Bencana Pergerakan Tanah di Takokak Terus Bertambah

0
237

​CIANJUR, patas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur terus mengumpulkan data dampak dari pergerakan tanah di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur. 

Plt Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, update data dari verifikasi awal itu untuk memastikan rumah yang rusak berat dan ringan. Pasalnya, terjadi perkembangan setiap hari.

‎”Dari yang rusak ringan kan ada yang jadi rusak berat. Dan yang sebelumnya masuk data padahal tidak mengalami kerusakan atau sebatas terancam,” ungkap dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (4 Oktober 2017).

Menurutnya, berdasarkan rincian sebelumnya, terdapat 800 unit rumah yang mengalami kerusakan sedang hingga parah. Selain itu, 3 sekolah, 14 masjid, 18 musala, 3 unit saluran irigasi, seluruhnya mengalami kerusakan. Jalan terputus hingga 17 kilometer dan 4 jembatan mengalami nasib serupa.

Dampak tersebut tersebar di 22 kampung di desa tersebut. Bencana longsor juga menyebabkan 52 hektar lahan pertanian rusak. “Itu data awal, kemungkinan bisa bertambah atau berkurang,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya bersama relawan dan warga juga tengah mengupayakan normaliasi jalan yang mengalami retakan. Hal itu dilakukan supaya akses transportasi bisa normal. “Akses jalan rusak, jadi kemarin ada normalisasi. Sekarang sudah bisa dilalui, logistik pun bisa didistribusikan normal,” ucapnya.

‎Sidiq (22 tahun) salah seorang warga mengaku rumahnya terancam terkena pergerakan tanah. Namun dia belum mengevakuasi diri, sebab dianggap masih bisa ditempati. Bahkan beberapa hari sebelumnya, rumah Sidiq digunakan untuk mengungsi.

“Sebelumnya ada dua keluaga mengungsi ke rumah saya. Bagian depan ada retakan, tapi belum parah. Kalau membahayakan pasti nanti ngungsi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan, pergerakan tanah atau longsor yang cukup luas di Cianjur disebabkan kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu hujan deras. Apalagi kondisi tanah yang retak-retak selama musim kemarau kemudian diguyur hujan yang cukup deras telah menyebabkan air mengisi retakan tanah tersebut sehingga menimbulkan longsor.

“Saat ini tim telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, kecap, saus, dan minyak goreng. BPBD Jawa Barat telah memberikan bantuan logistik senilai Rp 360 juta berupa sandang 175 paket, kidsware 180 paket, selimut 200 lembar, tikar 200 lembar, matras 200 lembar, familykids 200 lembar, dan mie instan 80 dus,” ucap dia.

Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan dalam penangan darurat. BPBD Kabupaten Cianjur telah mengimbau kepada warga untuk menutup retakan tanah dengan menggunakan tanah liat. 

“Kami imbau warga untuk waspada dari ancaman banjir dan longsor. Saat ini masuk musim peralihan menuju musim penghujan. Diperkirakan musim penghujan akan turun awal November mendatang,” kata dia. (isl)

Comments

comments