P2TP2A Kampanyekan Antisipasi Kekerasan untuk Kalangan Anak dan Remaja

0
133

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal mengoptimalkan peran anak dan remaja mengantisipasi tindak kejahatan kepada anak dengan mengkampanyekan serta sosialisasi kepada kalangan seusianya. Hal tersebut, tidak terlepas dari banyaknya kasus kejahatan yang menimpa anak di Cianjur. Kota Santri dinilai cukup rawan kejahatan terhadap anak (KTA), dilihat dari maraknya KTA seperti kekerasan, pelecehan seksual, hingga trafficking.

Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, hingga September 2017 terdapat 35 kasus kekerasan yang menimpa anak dan remaja Cianjur.

”Keterlibatan anak dalam mengkampanyekan antisipasi tindak kejahatan kepada anak dinilai perlu. Terutama, untuk menjadi pelopor pencegahan tindakan serupa terhadap kalangan seusianya,” ujar Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, Jumat (29 September 2017).

Lidya mengatakan, anak dan remaja di Cianjur terus diajak untuk bergerak bersama. Mereka terus diberikan pemahaman memadai melalui pelatihan-pelatihan, yang diharapkan dapat disebarluaskan kepada anak dan remaja lainnya.

Menurutnya, kegiatan itu biasanya dilakukan melalui Forum Anak Kabupaten Cianjur yang menjadi wadah aspirasi, sekaligus media berkampanye anak dan remaja. Melalui forum tersebut anak ditempa pelatihan terkait persoalan-persoalan yang sering menimpa kalangan mereka.

”Mereka harus paham betul, bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, langkah apa yang harus dilakukan jika mereka atau rekan mereka menjadi korban kekerasan. Dan mereka juga, harus paham betul modus-modus kejahatan yang banyak melibatkan orang-orang terdekatnya,” ujarnya.

Dia mengharapkan, dengan pelatihan dan pemberian pemahaman tersebut, anak akan teredukasi secara maksimal. Dengan demikian, anak maupun remaja dapat terus dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan dunia mereka. Terutama untuk menjadi pihak yang mengkampanyekan dan mensosialisasikan seluruh ilmu dalam memerangi kekerasan terhadap anak.

Lidya mengungkapkan, sudah saatnya anak memahami cara dan berusaha mandiri menjaga dirinya di lingkungan sekitar mereka. Pasalnya, hingga saat ini anak dan remaja masih terus menjadi sasaran tindak kejahatan yang dilakukan orang dewasa maupun sesamanya.

”Forum anak itu cukup efektif dalam membentuk pemahaman anak. Hanya saja, belum semua sekolah melibatkan pelajar mereka ke dalam forum. Makanya, kami targetkan seluruh sekolah punya perwakilan untuk dilatih dalam forum anak,” tuturnya. (isl)

Comments

comments