Laki-laki Terbelakang Mental Tenggelam di Waduk Jangari

0
266

CIANJUR, patas.id – Seorang pemuda asal Kampung Perum Jangari RT 03/RW 10 Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengambang di waduk Jangari, Kamis (28 September 2017). Diduga pemuda yang bernama Utar bin Ukay (32 tahun) itu tidak bisa berenang sehingga tenggelam di waduk tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dengan kondisi cukup mengenaskan dengan tubuh yang membiru dan membengkak, Utar keluar rumah pada Rabu (27 September) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Laki-laki yang belakangan diketahui mengalami keterbelakangan mental tersebut diperkirakan berusaha untuk berenang. Sayangnya kondisi mentalnya yang terganggu membuat dia tenggelam. 

Keluarganya sempat mencari karena dari kemarin sore keluar rumah tapi sampai malam tidak pulang. Informasinya ada yang melihat di sekitar Leuwiorok, tapi sampai larut tidak ditemukan.

Namun, pada Kamis (28 September 2017) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, jasad Utay berhasil ditemukan mengambang di pinggir waduk Jangari, tidak jauh dari lokasi terakhir dia terlihat sebelum tenggelam.

Mumuh (36 tahun), salah seorang warga, mengatakan,‎ korban mengalami kekurangan fisik terutama pada pendengaran dan keterbelakangan mental. Biasanya korban sering mencari sisa barang rongsokan atau sampah plastik untuk dikumpulkan dan dijual.

“Saat korban hendak akan mencari sampah tidak ada orang yang melihat. Namun, korban ditemukan orang yang akan memancing ikan. Selain itu, barang-barang miliknya berupa hp dan pakaian bekas dipakainya berada di pinggir perairan waduk jangari,” kata dia kepada wartawan.

Kapolsek Mande, AKP Ahmad Suprijatna, mengatakan, Utay ditemukan di Blok Leuworok, sekitar 10 meter dari bibir danau. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka pada bagian luar dan tanda-tanda kekerasan. 

‎”Dugaan korban tenggelam karena tidak bisa berenang. Keterangan saksi semasa hidupnya korban mempunyai riwayat keterbelakangan mental. Keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak dilakukan otopsi dan akan dimakamkan,” kata dia.

Dia mengimbau agar warga yang memiliki keluarga dengan keterbelakangan mental agar selalu mengawasi, apalagi saat ini kondisi cuaca sedang buruk, sehingga rawan tenggelam.

“Sebenarnya bukan mereka yang warga sekitar saja, petani kolam apung, termasuk pemancing harus waspada saat di Jangari,” tuturnya. (isl)

Comments

comments