Cianjur Ajukan Dana Hibah ke Pemprov DKI Sebesar 42 Miliar

0
253

CIANJUR, patas.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur mengungkapkan bahwa tahun 2018 Cianjur mengajukan hibah dari DKI Jakarta sebesar Rp 42 miliar. Namun, anggaran tersebut rencananya bakal diperuntukkan bagi urusan lingkungan hidup, khususnya sampah dengan menambah armada pengangkut.

Kasubdit Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Cianjur, Rustanto, mengatakan, dana silpa Pemprov DKI Jakarta cukup tinggi sehingga diberikan sebagai dana hibah bagi daerah penyangga. Cianjur yang tidak berbatasan langsung pun mendapatkan hibahnya, meskipun tidak besar.

“Pengajuan tahun ini untuk 2018 sebesar Rp 42 miliar. Tapi yang disetujuinya berapa tergantung dari Pemprov DKI,” kata dia saat ditemui di ruangannya, Rabu (27 September 2017).

Dia mengatakan, dana hibah kali ini berbeda dengan sebelumnya, dimana jika sebelumnya diperuntukan infrastruktur dan konservasi lahan, sekarang akan dialokasikan untuk menyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Jabodetabekjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur).

Berdasarkan pengajuan yang masuk, dana tersebut untuk 3 unit buldozer, 2 eskapator, 3 beckhoe, 40 unit dumbtruk, 20 unit Amrol, 50 kontrainer, 100 gerobak sampah, dan 100 tong sampah.

“Dari Februari sudah masuk pengajuan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur juga sudah berkomunikasi dengan Sekda Pemprov DKI. Jadi kali ini alokasinya untuk urusan lingkungan hidup.”

Menurutnya, kebiajakan untuk sampah lantaran dinilai mendesak di Cianjur dan sekitarnya, terutama urusan armada. Terlebih, jika TPA di Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon sudah terealisasi dan diperkirakan mampu menampung sampah dari tingkat regional.

“Nanti juga bisa menyangga Jakarta urusan sampahnya,” kata dia.

Dia mengatakan, kendaraan operasional tersebut bakal mengangkut sampah di empat kecamatan di Cianjur utara yang berdekatan dengan Jakarta. hal itu dilakukan untuk mengatasi urusan sampah dan dampaknya bagi jakarta.

Menurutnya, kepastian dana yang masuk dan anggaran yang datang baru keluar setelah Pemprov DKI mengeluarkan Pergub tentang Dana Hibah. Dia pun belum bisa memastikan hibah tersebut akan digelontorkan berupa dana atau langsung fisiknya.

“Nanti setelah RAPBD 2018 baru keluar berapanya. Kalau nanti yang diberikannya berupa dana berarti pengadaan oleh Cianjur, tapi jika berupaya kendaraan langsung berarti kami menjadi penerima manfaat,” ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Andri Suryadinata, saat ini DPRD Kabupaten Cianjur sedang mendampingi Bappeda untuk mengajukan bantuan hibah dari anggaran Pemerintah DKI untuk wilayah penyangga ibu kota.

“Kami sudah melakukan kunjungan ke DKI pada intinya DKI siap memberikan anggaran untuk Cianjur meski wilayahnya tidak menyangga secara langsung,” kata Andri.

 Andri mengatakan bahwa Pemerintah DKI saat ini mempunyai sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) sebesar Rp 5 triliun. Anggaran tersebut akan diberikan kepada beberapa daerah penyangga dan Cianjur termasuk salah satunya.

“Nanti Bappeda akan menghitung berapa kebutuhan untuk daerah di wilayah Utara Cianjur yang peruntukkannya untuk penanganan banjir dan kemacetan,” kata Andri.

Dia mengatakan pemerintah DKI menunggu ajuan dari Cianjur mengenai besaran anggaran kebutuhan. Biasanya anggaran ini digunakan untuk normalisasi pengerukan sungai. (isl)

Comments

comments