Urusan Pasar Induk Taruhannya Jabatan

0
386

CIANJUR, patas.id – Pejabat di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terancam lengser dari jabatannya jika tidak bisa menuntaskan masalah di Pasar Induk Pasirhayam (PIP).

“Kalau tidak bisa selesai, maka harus siap lengser dari jabatannya,” ungkap Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, usai menerima para peserta aksi, Rabu (2 Agustus 2017).

‎Menurutnya, empat poin yang menjadi pokok tuntutan pedagang bakal diupayakan untuk direalisasikan. Salah satunya urusan angkutan umum, sebanyak 14 trayek yang dijanjikan diusahakan masuk ke PIP.

“Sekarang sebenarnya sudah 10 trayek yang masuk, tinggal beberapa lagi. Kemarin itu pertimbangannya ada perselisihan trayek. Tapi ke depan akan diupayakan,” ucap dia.

BACA: Pedagang Pasar Induk Tagih Janji Pemkab

Terkait PKL dan pasar bayangan, ujar Herman, Pemkab bakal melakukan sidak langsung ke lapangan dan menindak para PKL, termasuk pedagang di pasar bayangan, seperti Jalan Pramuka dan Bojongmeron.

“Yang tidak berizin (pasar) dan ‎PKL akan ditindak, tapi perlu ada komitmen, dimana pedagang tidak nakal berjualan di luar pasar. Pasalnya yang jualan di luar kawasan pasar itu pedagang yang di PIP. Jadi semuanya harus konsisten di dalam pasar, kami upayakan meramaikan.”

Dia menambahkan, tuntutan untuk HPK (Hak Penggunaan Kios) bakal dikeluarkan setelah seluruh pedagang memenuhi syarat yang dikeluarkan. Sayangnya, yang sudah mengajukan baru 35 persen.

“Selain itu diverifikasi lagi, apakah yang mengajukan itu yang aktif berjualan atau tidak. Kami khawatir ada jual beli kios. Tapi sudah disiapkan sanksi pencabutan hak milik, dan kepala OPD yang tidak menyelesaikan tugasnya dipersilakan lengser,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments