Gubernur Buka Lomba Membaca Kitab Kuning

0
292

CIANJUR, patas.id – Para santri se-Provinsi Jawa Barat bakal beradu kemampuan membaca dan memahami kitab kuning dalam Musabaqah Qiroatil Kutub di Pon‎dok Pesantren Al-Ittihad Kabupaten Cianjur.

Perlombaan bagi para santri yang digelar untuk keenam kali itu dibuka langsung G‎ubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Barat, Pemkab Cianjur, dan lain-lain turut hadir pada pembukaan yang digelar Minggu (23 Juli 2017) malam.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, perlombaan membaca dan memahami kitab kuning yang merupakan karya para ulama terdahulu bakal digelar selama lima hari dengan 50 medali untuk berbagai tingkat dan jenis perlombaan.

“‎Musabaqah Qiroatil Kutub ini merupakan agenda rutin untuk meningkatkan eksistenti pondok pesantren dan meningkatkan kemampuan para santri membaca kitab kuning. Tahun depan pun bakal diselenggarakan dengan disediakan penghargaan khusus dari pemprov,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, kemampuan anak bangsa khususnya para santri dalam membaca dan memahami kitab kuning harus diberi perhatian, sebab erat kaitannya dengan pendalaman agama.

“Mereka yang bisa membaca kitab kuning atau tulisan arab gundul ialah yang benar-benar mendalami ajaran agama. Kitab-kitab yang merupakan karya dari ulama-ulama dulu pun menjadi tuntutan dalam mendalami Islam.”

Menurut Ahmad Heryawan, dengan pahamnya santri dengan kitab yang ada, tentunya tidak hanya ilmu agama, namun ilmu pengetahuan yang muncul dari para ulama juga bisa dipelajari.

Dia pun mengharapkan, dengan dilestarikannya pendidikan membaca kitab kuning, pendidikan di pondok pesantren juga bisa digalakkan kembali. “Sebagai lembaga pendidikan yang tua di Indonesia, pondok pesantren pun diharapkan eksis kembali melalui musabaqah qiraatil kutub ini, sebagai pencetak generasi yang berkarakter, berakhlak, dan berilmu,” kata dia.

‎Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, adanya perlombaan untuk membaca dan memahami kitab kuning tersebut dinilai selaras dengan visi dan misi pemkab, menjadikan Cianjur lebih maju dan agamis.

Selain itu, diharapkan para santri juga bisa lebih berprestasi dengan memahami karya-karya dari para ulama, yang tidak hanya berkaitan ilmu agama namun ilmu pengetahuan lainnya.

“Tentu ini hal positif, para santri Cianjur sebagai Kota Santri bisa terdorong lebih mendalami kitab kuning. Diharapkan tercetak generasi yang terbaik, tidak hanya ilmu pengetahuan namun ilmu agamanya pun mendalam,” katanya. (isl)

Comments

comments