Trauma Di-Bully, Siswa Enggan Masuk Sekolah

0
302

CIANJUR, patas.id – Sejumlah siswa baru SMKN Haurwangi diduga mendapatkan tindakan kekerasan dan pemerasan oleh seniornya. Akibatnya, para siswa mengalami trauma hingga tak mau sekolah, bahkan beberapa di antaranya sampai pindah sekolah.

Berdasarkan keterangan seorang wali murid yang enggan disebut namanya, anaknya mengalami penamparan satu kali dan diminta uang oleh seniornya. Hal itu diketahui setelah anaknya mengadu mereka mendapatkan perlakuan tersebut. Setelah berkomunikasi dengan orangtua lain, ternyata ada beberapa korban lainnya.

“Bahkan beberapa orangtua yang anaknya ditampar memilih untuk memindahkan anaknya hari ini. Anak saya juga jadi tidak mau sekolah,” katanya kepada wartawan, Selasa (18 Juli 2017).

Pihak sekolah langsung melakukan investigasi dan mengumpulkan siswa. Dugaan sementara pihak sekolah, aksi kekerasan di luar pelaksanaan masa orientasi sekolah atau setelah siswa pulang.

Humas SMKN Haurwangi, Cep Junjun Guntara, membantah keras saat dikonfirmasi. “Tidak ada yang disebut dengan kekerasan dan perpeloncoan, kami melaksanakan sesuai yang diinstruksikan oleh provinsi,” ujar dia.

Dia mengatakan bagian kesiswaan sempat mendengar laporan indikasi kekerasan, namun kabar tersebut masih belum pasti. “Terlepas merasa ada kekerasan silakan para orangtua untuk melapor, saya duga itu terjadi di luar jam sekolah. Saya sudah kumpulkan semua siswa, belum menerima data yang valid, kami mendukung orangtua untuk melapor kalau ada,” ujarnya. (isl)

Comments

comments