Sudah Tua, Banyak Kepala SD Enggan Ikut Seleksi

0
205

CIANJUR, patas.id – Puluhan kepala sekolah dan pengurus PGRI Kabupaten Cianjur melakukan audiensi dengan panitia seleksi kepala SD, Selasa (13 Juni 2017). Banyak hal yang dituntut para kepala sekolah, salah satunya tidak mengikuti seleksi dan langsung dilantik kembali.

Audiensi yang dilakukan di aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur itu berlangsung alot, mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB. Audien dengan pansel saling adu argumen terkait seleksi.

Untuk diketahui, di pertengahan Ramadan ini Pemkab Cianjur berencana melakukan seleksi kepala sekolah dengan dinolkannya jabatan kepala SD. Hal itu sebelumnya sudah dilaksanakan pada tingkat SMP, bulan lalu.

Wawan Setiawan, peserta audiensi yang merupakan K2S dari Kecamatan Warungkondang mengungkapkan, seleksi kepada sekolah hanya dibutuhkan berupa evaluasi dan pelantikan atau dikukuhkan kembali secara langsung tanpa adanya seleksi.

“Bagi yang sudah menjabat, sudah tidak perlu mengikuti seleksi lagi. Yang jabatannya kosong baru diseleksi untuk diisi.”

Bahkan dia juga menanyakan bagaimana jika para kepala sekolah tidak ada satupun yang mendaftar dalam seleksi tersebut.

“Kalau tidak ada yang daftar seorangpun pada seleksi kepsek, bagaimana? Apa dilanjutkan?” tuturnya.

Salah seorang perwakilan dari PGRI Cabang Karangtengah, Toni Haryanto, menuturkan, para pengurus cabang ikut serta dan mendukung kebijakan seleksi tersebut, namun mekanisme pada kepala sekolah yang sudah menjabat saat ini harus dipertimbangkan lagi.

“Kami tidak cengeng dan tidak takut untuk mengikuti seleksi. Tapi baiknya dipertimbangkan lagi. Kami mohon yang definitif dikukuhkan lagi jadi kepsek, tidak melalui seleksi lagi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Pansel Kepala SD, Tohari Sastra, mengatakan, seleksi tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Jika tidak ada kepala sekolah yang mendaftar, maka pihaknya akan membuka pendaftaran khusus guru yang ingin promosi.

“Kalau tidak ada yang daftar dari kepala sekolah, kami akan terus lanjut. Kalau perlu, buka pendaftaran khusus para guru untuk jabatan kepala sekolah,” ucapnya.(isl)

Comments

comments