Seleksi Kepala SD Ada Skala Prioritas

0
257

CIANJUR, patas.id – Sejumlah kepala SD menghawatirkan posisinya tergantikan oleh guru-guru muda yang lebih melek teknologi dan memiliki kemampuan lebih. Hal itu yang membuat mereka enggan mengikuti seleksi kepala SD.

D Hamdani, Kepala SDN Sukajadi yang juga anggota K2S Kecamatan Campaka, mengungkapkan, mayoritas kepala sekolah itu sudah berusia lanjut dan dinilai lambat dalam menyerap kompetensi yang baru apalagi urusan teknologi.

“Pemahaman materi akan lamban, termasuk seleksi nanti. Sementara sekarang muncul calon-calon kepsek yang baru dari kalangan muda. Makanya ada kepala sekolah yang khawatir jabatan atau posisinya tergantikan,” kata dia.

Namun, lanjut dia, setelah berkoordinasi dengan panitia seleksi, posisi yang sudah menjadi kepala sekolah mendapatkan prioritas.

“Ya kan awalnya ragu dan khawatir, tapi karena ada kejelasan mendapatkan prioritas jadi tidak begitu bermasalah,” katanya.

BACA: Sudah Tua, Banyak Kepala SD Enggan Ikut Seleksi

Sekretaris Panitia Seleksi kepala SD, Tohari Sastra, menuturkan, para kepala sekolah tersebut memang memiliki skala prioritas dibandingkan calon baru.

“Jadi ketika mereka mendapatkan nilai yang minimal, mereka bisa mendapatkan posisinya kembali. Kecuali kalau nilainya di bawah rata-rata, akan digantikan oleh yang memiliki kompetensi lebih.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, menuturkan, suatu hal yang wajar ketika usia sudah di atas rata-rata maka tangkapan untuk materi baru menjadi lemah. Namun secara teoritis, mereka yang lanjut usia apalagi kepala sekolah yang sudah lama, memiliki pengalaman lebih dibandingkan yang lain.

“Jadi sebenarnya kenapa harus takut tergeser kalau memang punya kompetensi yang bagus. Terpenting, ke depan bagaimana menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan, dengan menekan RLS dan prestasi yang diraih,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments