Ramadan, Pemohon Kartu Kuning Melonjak. Kok Bisa?

0
239

CIANJUR, patas.id -‎ Jumlah pemohon kartu kuning atau AK1 saat Ramadan meningkat sampai 250 pemohon per hari dibanding hari-hari sebelumnya. Sayangnya para pencari kerja itu mengabaikan imbuan untuk mengembalikan kartu kuning jika mendapat atau tidak mendapatkan pekerjaan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo, mengatakan, biasanya‎ pemohon kartu kuning sehari hanya 50 sampai 100 pemohon, tapi Ramadan ini malah meningkat sampai 250 pemohon per hari.

‎”Ada peningkatan belakangan ini, bahkan saat Ramadan terjadi lonjakan,” kata dia.

Menurutnya, lonjakan itu dikarenakan bertepatan dengan kelulusan siswa SMA dan SMK. Mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, memilih untuk bekerja.

“Jadi memang karena bertepatan dengan kelulusan. Biasanya‎ Ramadan sepi pembuat AK1, tapi kali ini sampai dua kali lipat.”

Sayangnya, lanjut Heri, para pencari kerja ini tidak mengindahkan imbauan dinas untuk mengembalikan atau menginformasikan‎ kartu kuning, apakah sudah mendapatkan pekerjaan atau belum.

Padahal, pengembalian itu bisa melalui e-mail, tidak harus datang ke Kantor Disnakertrans. Hal itu dilakukan untuk mendata wartga yang telah mendapatkan pekerjaan.

“Sekarang data terakhir ada 59 warga Cianjur yang bekerja. Tapi saya kira jumlahnya lebih dengan peningkatan jumlah pemohon kartu kuning. Sayangnya kan mereka tak mengembalikan atau menginformasikan, jadinya tidak terdata semua. Makanya kami harap imbauan itu dijalankan,” ucapnya.(isl)

Comments

comments