Kurangi Takaran, Pemilik SPBU di Cikalongkulon Dicokok Polda

0
253

CIANJUR, patas.id – Polda Jabar mengungkap kecurangan pada mesin pompa di dua SPBU di Cianjur untuk jenis premium. Namun selain di Cianjur, pelaku sekaligus pemilik SPBU, NN (40 tahun), juga melakukan hal serupa di Sukabumi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jabar, Kombes Samudi, mengatakan, pelaku memasang sebuah mesin pengatur meteran pada mesin pompa bahan bakar. Mesin berbentuk persegi panjang itu disertai dengan lempengan chip. Mesin tersebut dipasang di mesin pompa dan pusat kendalinya berada di kantor SPBU itu.

“Yang tahu soal ini hanyalah pemasang mesin pengatur itu dan pemilik SPBU,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Jawa Barat, Jumat (2 Juni 2017).

Berkurangnya takaran bahan bakar jenis premium itu tidak terlihat dalam jumlah satu liter. Setelah 10 liter, pengurangan akan terlihat.

Polisi mencoba memasukkan 10 liter premium dari pompa tersebut ke jerigen dan mengukurnya kembali. Sepuluh liter itu ternyata kurang setengah liter. “Yang ada hanya sekitar 9,5 atau 9,6 liter,” ujar Samudi.

Pelaku sudah 2 tahun menjalankan kecurangan tersebut. Mesin pengatur tersebut akan dimatikan begitu tim metrologi datang untuk memeriksa takaran dari setiap mesin pompa, sehingga tim dapat dikelabui. Pemeriksaan oleh metrologi juga hanya terjadi sekali dalam setahun.

“Mesin itu dipasang di enam buah mesin pompa di empat SPBU miliknya, yakni di Cikalongkulon dan Cipanas Kabupaten Cianjur, di Sukaraja Kabupaten Sukabumi, dan di Ciherang Kabupaten Sumedang. Mesin-mesin itu kami segel. Tapi SPBU masih bisa beroperasi.”

Kepada wartawan, NN mengaku membeli alat pengatur takaran itu dari seseorang yang kini buron. Selama 2 tahun, dia mengaku telah mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah. “Belum dikalkulasi,” ujarnya.

Dia mengaku memasangkan alat itu tidak dalam waktu bersamaan. Yang pertama dipasangi adalah dua mesin di Cikalongkulon, Cianjur. Kemudian di Cipanas, di Sukaraja Sukabumi, dan di Ciherang Sumedang.(isl)

Comments

comments