Pejudi Online Taraf Internasional Dicokok di Cianjur

0
216

CIANJUR, patas.id – Polda Jawa Barat mencokok tiga orang pelaku judi online yang beroperasi secara internasional dengan omzet ratusan juta di Cianjur.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, mengatakan, kasus joki judi online jaringan internasional dilakukan oleh AB (25 tahun) pelaku yang merupakan warga Cipanas selama bertahun-tahun.

“Menurut pengakuan tersangka ia sudah melakukannya sejak awal 2012, pertama menjadi member dulu kemudian mencari member baru lagi,” ujar dia kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jumat (2 Juni 2017).

Informasi yang dihimpun, member milik AB dimanfaatkan untuk memainkan permainan milik konsumen yang tidak ingin menjadi member, melalui sistem bagi untung. Sementara dari setiap member yang ia rekrut kebagian 10 sampai 30 persen tergantung deposit yang dimasukan per member.

“Sepekan dia dapat fee sekitar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. Tapi pernah sampai miliaran, tergantung membernya aja.”

Website judi online tersebut, lanjut Yusri, merupakan milik Negara Kamboja. Bahkan tak hanya Indonesia yang menjadi jaringannya, melainkan beberapa negara di Asia pun sudah bergabung.

“Jadi si AB itu dikirim sama orang luar negerinya dua kali dalam sepekan,” ungkapnya.

Yusri menegaskan, karena kasus perjudian online tersebut merupakan lintas negara pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk terus mengungkap kasus tersebut.

AB yang ditangkap di kediamannya Kampung Gebeo, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Senin (19 Mei 2017) lalu, tersebut mengaku menemukan website judi online melalui forum salah satu blog.

Di dalam website judi tersebut ada 27 permainan yang disediakan. Jika menang maka pemain akan mendapatkan keuntungan langsung ke rekening. Namun, jika pemain memasukan nomor rekening yang salah maka akun miliknya sudah otomatis diblok oleh server.(isl)

Comments

comments