Banyak Kecelakaan, Calon Penumpang Takut Naik Bus

0
276

CIANJUR, patas.id – Banyaknya kecelakaan di Jalur Puncak ternyata membuat sejumlah orang takut, terlebih untuk naik bus. Bahkan penumpang memilih untuk naik transportasi lain yang dinilai tidak rawan kecelakaan.

Hal itu juga yang diungkapkan oleh Deden Suryani (53 tahun), warga asal Desa Sirnajaya Kecamatan Tanggeung. Dia yang hendak mengantar anaknya ke Bogor untuk mendaftar kuliah, enggan naik bus saat datang ke Terminal Pasirhayam.

Dia takut bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan seperti kejadian beberapa waktu lalu di Ciloto yang menewaskan 12 orang. Bahkan, ketakutan itu dia ungkapkan kepada Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang sedang melakukan sidak kondisi bus, Kamis (4 Mei 2017).

“Takut Pak, lihat di media sosial kan banyak kecelakaan di Jalur Puncak. Mending naik angkutan lain daripada bus,” kata dia.

Dia mengaku lebih memilih naik angkutan umum Cianjur-Bogor, bersama anak perempuannya. Angkutan minibus tersebut dinilainya lebih aman dibandingkan bus.

“Kalau Bogoran (angkutan Cianjur-Bogor), jarang kecelakaan. Kalau bus sering lihat di televisi dan media sosial, kecelakaan terus. Apalagi yang kemarin di Ciloto, ngeri lihatnya juga.”

Menurutnya, tidak ada transportasi lain yang jadi alternatifnya, bahkan dia tidak tahu kalau ada kereta api dari Cianjur menuju Bogor. “Tahunya kalau enggak naik bus ya naik Bogoran. Enggak tahu bisa naik kereta api, kalau memang bisa ya mending naik kereta api,” ungkapnya.

BACA: Ramai-ramai Berkunjung ke Gunung Padang Naik Kereta Api

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku miris dengan ungkapan salah seorang warganya tersebut. Menurutnya, kejadian kecelakaan tersebut melibatkan bus dari luar kota, sementara bus dari Cianjur dinilai lebih aman.

“Jangan takut naik bus Cianjur, soalnya sudah saya periksa ke sejumlah PO, bus di Cianjur ini sudah lebih aman sebab diperiksa setiap pagi sebelum berangkat.”(isl)

Comments

comments