Bus Tak Nyaman, Di Tanjakan Puncak Susah Naik

0
276

CIANJUR, patas.id – Korban kecelakaan maut antaran bus dengan empat mobil dan lima sepeda motor di Jalan Raya Puncak Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur ternyata sudah merasakan ada kejanggalan kondisi bus sejak awal keberangkatan hingga akhirnya celaka di Ciloto.

Jhonson Nainggolan (40) salah seorang penumpang bus mengungkapkan, ketika awal keberangkatan dari Kebayoran Lama Jakarta Selatan, dia sudah tidak nyaman dengan kondisi bus yang ditumpanginya.

“Dari awal memang s‎udah ragu. Busnya tidak nyaman, kondisinya juga kurang bagus,” ungkapnya saat ditemui di RSUD Cimacan, Minggu (30 April 2017).

Meski khawatir, dia berusaha berpikir positif, selama perjalanan dari Jakarta ke Puncak pun bus bisa berjalan dengan aman. Tetapi, saat memasuki kawasan Puncak, bus tampak kesulitan untuk naik.

Jhonson pun sempat pesimistis bus bisa tetap maju. Meski secara perlahan, akhirnya bus bisa melewati tanjangan dan masuk ke kawasan Cianjur.

“Waktu di tanjankan itu‎ tidak seperti bus yang lain yang bisa naik mudah, bus yang saya naiki itu naiknya perlahan sekali. Seperti tidak akan bisa naik.”

Setelah melewati tanjakan, bus kemudian melalui turunan ke Cianjur. Saat melintasi PJR Polda Jabar, sopir mulai terlihat resah dan melaju tidak seperti di awal. Saat ditanya penumpang paling depan, sopir mengatakan jika remnya blong.

Selama beberapa menit atau 500 meter sebelum titik tabrakan, dia yang berada di bangku kedua dari depan dan penumpang lainnya berupaya memberitahu sopir untuk melakukan berbagai cara supaya kecepatan bus bisa dikurangi dan menepi.

“Sudah saya bilang mainin kopling dan gigi, tapi katanya tidak bisa. Busnya melaju cepat di jalan menurun.”

Melihat kondisi bus yang tidak bisa berhenti, dia dan temannya menyuruh penumpang untuk pindah ke bagian belakang. Tidak lama kemudian, bus menabrak beberapa kendaraan dan jatuh ke jurang setinggi 15 meter.

“Tahu-tahu sudah terjatuh saja, soalnya yang di dalam bus semuanya panik. Begitu jatuh posisinya miring ke kiri. Beruntung ada warga di sana yang segera menyelamatkan, kalau tidak, saya juga sudah mati tertimpa muatan dan penumpang lainnya di atas saya,” ungkapnya.

BACA: Korban Luka-luka Didominasi Penumpang Bus Pariwisata

Menurutnya, rombongan bus tersebut merupakan mantan petugas KPPS dalam Pilgub DKI. Untuk perpisahan, mereka yang berasal dari Kelurahan Kebayoran Lama Utama Kecamatan Kebayoran Lama itu hendak berwisata ke Cibodas.

“Ada dua rombongan, yang satu sudah terlebih dulu maju dan say‎A sama rombongan lainnya menyusul. Tapi saya dan rombongan kedua ini yang celaka. Sewaktu dapat info celaka, rombongan pertama sudah sampai.”

Dia menambahkan, rombongan mantan petugas KPPS yang sudah sampai itupun memilih memutar arah ke RSUD Cimacan untuk menemani rekannya yang terlibat kecelakaan.

“Jadinya tidak liburan, soalnya kan rombongan kedua celaka. Mereka juga sibuk menemani teman yang belum datang keluarganya,” ungkap dia.(isl)

Comments

comments