Jalur Tengkorak Gekbrong dari Kepercayaan Gaib hingga Kemiringan Jalan yang Rawan

0
409

CIANJUR, patas.id – Jalan Raya Sukabumi-Cianjur menjadi satu dari beberapa jalur tengkorak di Kabupaten Cianjur. Jalan yang membentang dari Kecamatan Gekbrong sampai Kecamatan Warungkondang lebih kurang 2 kilometer itu sering memakan korban jiwa lantaran terlibat kecelakaan.

Sudah tak terhitung berapa banyak kecelakaan terjadi di jalur tersebut, mulai dari kecelakaan tunggal, kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda motor atau mobil yang berakibat korban luka, hingga belasan korban jiwa.

Terakhir, Jumat (28 April 2017) sebuah truk oleng hingga menabrak sepeda motor dan truk. Akibatnya, dua orang meninggal dunia. Sebelumnya, 30 Juli 2016 lalu, kecelakaan yang menewaskan 10 orang pun terjadi akibat truk yang mengalami rem blong. Titik kecelakaan itupun tak jauh dari lokasi kecelakaan maut di 2013 lalu yang menewaskan belasan orang.

Banyak orang percaya jalur tersebut menyimpan kekuatan mistis hingga penunggu yang meminta korban jiwa, sehingga kecelakaan terjadi berulang-ulang di jalur tersebut.

“Memang ada kepercayaan gaib di kalangan warga yang sulit masuk di akal, tapi sudah melekat di ingatan warga,” ujar Camat Gekbrong, Dadang Prawira.

Oleh karena itu, kata Dadang, warga di Kecamatan Gekbrong rutin menggelar pengajian dan doa bersama setiap bulan. Diharapkan dengan doa bersama tersebut, kecelakaan tidak terjadi. Jikapun ada, tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Alhamdulillah sekarang kecelakaan sudah tidak sering terjadi, tidak ada juga korban jiwa. Semoga ke depannya juga tidak ada.”

Sementara itu, berdasarkan data yang sempat dihimpun dari Polda Jabar yang melakukan kajian akibat kecelakaan tahun lalu, kecelakaan di Gekbrong terjadi akibat tingkat kemiringan jalur yang lebih dari batas dengan jalur yang panjang.

Akibatnya, banyak kecelakaan di sana lantaran remblong. Jalur yang kurang penerangan juga membuat di sana terjadi banyak kecelakaan saat malam hari. Rencananya, di sana pun akan dibuat escape area untuk mengantisipasi kecelakaan akibat remblong.

BACA: Tabrakan Maut di Gekbrong Satu Tewas Satu Luka Berat

BACA: Korban Meninggal Dunia Tabrakan Maut Gekbrong Bertambah Satu

Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman menyatakan pembangunan escape area atau jalur pembuangan rencananya akan dibuat tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menekan jumlah kecelakaan di jalur rawan.

“Kami sudah kirimkan surat ke kementrian untuk membangun escape area. Kemungkinan tahun ini dibangun dan diharapkan selesai di penghujung 2017.”

Menurutnya, wacana pembangunan jalur pembuangan itu sudah diusulkan sejak 2016, tetapi status jalan yang merupakan jalan nasional membuat koordinasi juga perlu dilakukan dengan pemerintah RI. “Lahan sudah ada, biaya juga sudah disiapkan. Tapi ada proses persetujuan juga ke pusat. Makanya kami sudah kirimkan surat dan telah disetujui,” kata dia.

Arif menambahkan, keberadaan escape area di jalur maut salah satunya di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi sangat diperlukan. Pasalnya jalur yang curam dengan jalur lurus yang panjang membuat tingkat kecelakaan sangat rawan.

“Ketika ada jalur buangan tersebut, kendaraan yang mengalami rem blong bisa mengalihkan jalurnya ke sana. Nanti dibuat menanjak supaya bisa memperlambat kecepatan kendaraan. Rencananya tahun ini dibuat satu dulu, diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut,” tuturnya.¬†(isl)

Comments

comments