Blanko KTP Datang, Jumlahnya tak Sesuai

0
226

CIANJUR, patas.id – Stok blanko ke Cianjur sudah datang. Namun, jumlahnya jauh dari harapan. Akibatnya, puluhan ribu penduduk yang sudah melakukan perekaman dan sudah masuk di data print ready record harus lebih bersabar hingga ada pengadaan selanjutnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, menungkapkan, stok blanko datang ke Cianjur beberapa hari lalu. Namun stok yang didapat hanya sebanyak 20 ribu keping.

“Jumlahnya jauh dari kebutuhan Cianjur yang sudah diajukan. Dari kebutuhan 98 ribu keping berdasarkan PRR (print ready record), dapatnya hanya 20 ribu. Itupun dibagi dua termin, pengiriman pertama 10 ribu keping, kalau habis diberi lagi 10 ribu keping,” katanya, Senin (17 April 2017).

Menurutnya, stok yang terbatas itu membuat pihaknya akan mendahulukan pencetakan KTP bagi yang melakukan perekaman di Agustus dan September tahun lalu. Sementara yang baru-baru harus menunggu hingga pengadaan selanjutnya.

“Instruksi dari Kemendagrinya seperti itu, dahulukan berdasarkan tanggal perekaman. Kami juga tidak memaksakan mendapatkan distribusi stok lebih banyak lagi, soalnya yang 7 juta keping itu dibagi ke seluruh Indonesia,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Nana Suryana, menuturkan, untuk mengantisipasi kembali terjadinya kekosongan blanko di Disdukcapil, warga bisa memilih untuk membuat surat keterangan yang fungsinya menjadi pengganti sementara KTP.

Dia mengakui, jika penggunaan Suket masih belum maksimal, meskipun di beberapa instansi. Hal itu dikarenakan ketika penggunaan, Nomor Induk Kependudukan belum tunggal atau terverifikasi di pusat sehingga datanya tidak muncul saat dicek oleh bank, BPJS, dan lainnya.

“Tapi kami sudah koordinasi agar mereka yang menggunakan suket bisa dilayani juga, sebab yang sudah punya suket berarti itu legalitas dari Disdukcapil telah melakukan perekaman,” tutupnya.(isl)

Comments

comments