Puluhan Rumah di Campaka Terendam Banjir

0
269

CIANJUR, patas.id – Puluhan rumah di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka terendam banjir setinggi satu meter, akibat meluapnya Sungai Cikondang yang melalui kawasan tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah dan puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman karena takut banjir susulan terjadi.

Zaenal Mustari (48) tokoh warga setempat, mengatakan bencana banjir yang terjadi pada Sabtu (15 April 2017) sore itu, berawal ketika hujan turun dengan deras sejak pagi hingga sore. Warga yang melihat air sungai terus meninggi sempat mengamankan barang-barang berharga agar tidak terendam banjir.

“Menjelang sore air sungai meluap hingga merendam dua kampung, yaitu Kampung Cibingbin dan Gunung Mas. Akibatnya 38 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di aula sekolah dasar dan masjid,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurutnya, pihak desa dan kecamatan telah melaporkan hal tersebut ke BPBD Cianjur, agar mendapat bantuan untuk segera dibangun posko dan tenda pengungsian karena ditakutkan banjir susulan terjadi sehingga warga belum berani untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

“Warga yang mengungsi di aula sekolah dan masjid hanya membawa pakaian dan bahan makanan seadanya. Harapan kami dinas terkait segera mengirimkan bantuan dan mendirikan posko darurat,” katanya.

Dia menambahkan, tidak hanya banjir, bencana longsor juga melanda kawasan tersebut, dimana 8 rumah warga di Kampung Cibingbin, rusak ringan dihantam material longsor tebing yang terletak di belakang perkampungan dan belasan lainnya terancam.

“Sebagian besar yang terkena material longsor bagian belakang rumah, namun warga memilih menumpang di rumah saudaranya karena takut longsor kembali terjadi karena kawasan Campaka masih diguyur hujan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan petugas ke Campaka untuk melakukan pendataan dan normalisasi.

“Sudah ada petugas ke sana. Masih melakukan pendataan‎ rumah rusak dan kerugian,” kata dia.

Menurutnya, cuaca buruk yang terus terjadi hingga Mei mendatang diperkirakan bakal menimbulkan banyak potensi bencana banjir dan longsor.

“Sungai Cikondang pun menjadi salah satu sungai yang rawan meluap, selain itu ada Sungai Cibuni,” kata dia.

Asep mengatakan, warga sudah diberikan imbauan dan arahan agar mengungsi jika ketinggian permukaan air sudah mencapai puncak bibir sungai. Meskipun banjir terjadi tidak lama, namun dampaknya dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa.

“Di Campaka juga hanya sejam sudah surut lagi, tapi memang dikhawatirkan ada dampak dan banjir susulan. Makanya peugas disiagakan di sana, warga juga diberi arahan agar segera menungsi jika muncul tanda-tanda,” katanya.(isl)

Comments

comments