Ini Kata LKC Soal Pembongkaran Tugu Tiga Pilar Budaya Cianjur

0
613

CIANJUR, patas.id – Ketua Lembaga Kesenian Cianjur (LKC), Luki Muharam, menyatakan warga Cianjur tidak perlu reaktif dan marah lantaran Pemerintah Kabupaten Cianjur merobohkan Tugu Ngaos, Mamaos, Maenpo dan mengggantinya dengan Tugu Gentur.

Menurutnya, warga atau yang mengatasnamakan aktivis kesenian harus lebih instrospeksi, seberapa besar upaya mereka dalam melestarikan budaya Cianjur, bukan hanya terpaku pada simbolisasi.

“Kenapa harus marah? Itukan simbolisasi. Yang jadi pertanyaan, memangnnya sudah sejauh mana warga Cianjur itu melestarikan budaya Cianjur, mulai dari Mamaos, Maenpo, hingga budaya lainnya,” ungkap dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (14 April 2017).

Menurutnya, jika mereka yang reaktif dan mengatasnamakan aktivits lingkungan memang peduli pada kebudayaan, seharusnya mulai melakukan gerakan untuk melestarikan budaya Cianjur yang perlahan memudar.

“Seharusnya introspeksi diri, apa yang sudah dibuat untuk melestarikan budaya Cianjur. Kalau betul-betul peduli, lestarikan budayanya bukan hanya marah ketika simbolisasi itu diruntuhkan atau diganti dengan tugu yang lain,” katanya.

Luki menjelaskan, sudah memudarnya kebudayaan daerah terlihat dari para perguruan silat yang menawarkan diri untuk bisa mengajar silat di suatu sekolah, padahal seharusnya sekolah yang meminta agar ada pelajaran silat khususnya maenpo.

“Ini kan ironis sekali, seolah-olah budaya harus ditawarkan bukan kesadaran sendiri untuk menajaga,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, orang-orang lebih senang mengundang orgen tunggal untuk memberikan hiburan di sebuah acara ketimbang mempertunjukan Mamaos, rampak gendang, atau kesenian lainnya.

“Seolah-olah, saat ini warga Cianjur hanya bisa marah ketika simbolnya hilang tapi mereka sendiri tak melestarikan kebudayaannya. Kalau terus begini, lama-kelamaan, budaya itu sama dengan tugu ngaos mamaos maenpo, hilang dan tergantikan,” katanya.

Oleh karena itu, Luki mendorong warga Cianjur untuk bersatu dan melakukan gerakan pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Cianjur pun berpartisipasi dengan memberikan fasilitas, regulasi, dan dukungan yang lebih.(isl)

Comments

comments