Perhatian! Ditemukan Anak Berpakaian Serba Loreng di Cianjur

0
269

 

CIANJUR, patas.id – Seorang anak berpakaian loreng dengan pangkat jenderal bintang tiga ditemukan terlantar di dalam bus. Identitas anak itupun belum diketahui lantaran masih enggan untuk berbicara panjang lebar, bahkan kabur jika terlalu banyak diberi pertanyaan.

Andri sulaeman (23 tahun) warga Desa Cikancana Kecamatan Warungkondang yang untuk sementara menampung sang anak, mengaku masih belum tahu identitas asli dari anak yang diperkirakan baru berumur 7 tahun tersebut. Namun berdasarkan pengakuan anak itu, namanya ialah Aziz.

“Saya sempat bawa ke kantor polisi untuk laporan, di sana dia berbisik bahwa namanya Aziz. Tapi kalau alamatnya belum menyebutkan,” ungkap Andri saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Selasa (31 Januari 2017).

Andri menjelaskan, anak tersebut ditemukannya dalam perjalanan pulang dari Banten menuju Cianjur, Senin (30 Januari 2017) sore. Sayangnya karena ketiduran, ia terbawa sampai ke Bandung sehingga mesti kembali naik bus untuk ke Cianjur.

Menurutnya, bus kedua yang ditumpanginya saat itu sedang penuh. Lantaran sudah merasa pusing, ia pun tertidur dari Bandung hingga Ciranjang. “Busnya tidak tahu namanya, yang jelas berwarna putih. Saya mabuk perjalanan, daripada muntah saya milih untuk tidur,” kisah Andri.

Begitu tiba di Sukaluyu tepatnya di depn PT Pou Yuen, Andri melihat kernet bus tengah mengobrol dengan seorang anak kecil di bangku di depannya. Karena penasaran ia pun mendekat. Dari obrolan, Andri mengetahui anak tersebut ternyata naik bus sendirian dengan kondisi yang lemas lantaran juga mabuk perjalanan.

“Sudah sangat lemas, saya kasih minum sama cemilan supaya tidak lemas. Tapi setelah ditanya anak itu tidak menjawab dan kembali tidur.”

Menurut Andri, anak yang mengenakan pakaian loreng seperti tentara berpangkat bintang tiga lengkap dengan baretnya tersebut tidak membawa barang apapun, baik tas apalagi uang tunai. Alas kakinya pun bukan mengenakan sepatu, melainkan sendal gunung. “Saya juga tidak tahu bahwa anak di depan saya sendirian. Karena memang saat itu ramai. Dan ngakunya juga sendirian naik bus, tidak dengan orangtua,” kata dia.

Setelah berdebat lama dengan kernet bus terkait siapa yang mengurus dan membawa anak tersebut, akhirnya diputuskan bahwa Andri yang harus menampungnya untuk sementara. Selama semalam, sang anak berpakaian loreng dengan tiga bintang itu dibawa dan diurus di rumahnya‎.

“Begitu sampai rumah saya juga langsung lapor ke RT. Diarahkannya lapor ke polisi, tapi karena sudah malam, sekitar pukul 20.30 WIB, saya putuskan hari ini baru lapor.”

Usai melaporkan ke pihak kepolisian, Andri diarahkan untuk mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Cianjur. Andri berharap anak tersebut bisa segera menemukan orangtuanya.

“Kasihan kalau lama-lama di sini. Makanya saya bawa ke Dinsos supaya diurus. Tapi anak ini belum bisa ditanya lebih jauh, kalau terlalu ditekan malah kabur. Saya harap kalau ada orangtua yang merasa kehilangan di kawasan Bandung sampai Sukabumi (rute bus yang ditumpangi anak itu) segera datang ke Kantor Dinas Sosial Cianjur,” tuturnya. (isl)

Comments

comments