Jalur Trayek Dialihkan, Ini Kekhawatiran Sopir Angkum

0
245

CIANJUR, patas.id – Beberapa Sopir angkutan umum (angkum) 01A mengaku, pengalihan trayek merugikan. Bahkan mereka khawatir pendapatannya akan turun drastis setelah jalur trayek mereka dialihkan.

Ukar Saputra (52), sopir angkum 01A, mengatakan, pengalihan arus untuk angkutan umum tidak merata. Khusus untuk trayek 01A dia menganggap tak adil. Pasalnya, jalur yang baru jauh lebih sepi dibandingkan jalur semula.

“01A itu nyawanya dari Jalan Siti Jenab dan Moch Ali. Sekarang 01A langsung diarahkan ke Warujajar, tidak melalui jalur ramaiā€Ž. Kalau 02B dan 01B tetap melintas di pusat keramaian. Kami keberatan perubahan,” kata dia saat ditemui di Jalan Suroso.

Menurutnya, di jalur sebelumnya, sopir bisa mendapatkan penghasilan Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per hari, sementara di jalur yang baru, diperkirakan sopir 01A hanya bisa meraup Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per hari.

Nilai tersebut, lanjut dia, sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya pengeluaran sopir cukup besar, yakni untuk bensin, setoran angkum, dan kebutuhan keluarga.

“Bensin sehari Rp 60 ribu, setoran ke yang punya angkum Rp 70 ribu. Minimalnya harus ada Rp 130 ribu, itu belum ada lebihnya buat ke rumah. Makanya meski sehari dapat Rp 200 ribu, paling ke rumah cuma Rp 70 ribu. Kalau nanti tidak tahu bagaimana, sepertinya untuk setoran dan bensin juga harus nombok,” kata dia.

Jika dalam beberapa hari pendapatan jatuh dari biasanya, ungkap dia, para sopir akan melakukan aksi. “Kami akan demo, minta kebijakannya diubah. Jangan buat para sopir hidup susah,” tuturnya.

Di samping itu, para pedagang di sepanjang Jalan Moch Ali juga mengaku khawatir omsetnya turun. Apalagi angkutan yang melintas ke Jalan tersebut hanya tinggal 01B.

“Sekarang angkum trayek lain tidak bisa melintas di jalur ini. Biasanya saya jual 200 sendal per hari, tidak tahu nanti akan turun berapa banyak. Untuk kebijakannya memang baik, tapi bagi para pedagang cukup mengkhawatirkan,” ungkap Ujang (35) salah seorang pedagang.

Seperti yang diketahui, pengalihan sejumlah jalur angkutan umum dan sterilisasi Jalan Siti Jenab (depan Pendopo Cianjur) mulai diberlakukan, hari ini (10 Januari 2017). (isl)

Comments

comments