Demi Biaya Berobat, KHW Listrik Dijual

0
221

‎CIANJUR, patas.id – Biaya besar untuk berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat Yuli Yuliawati (38), pengidap kanker payudara mesti menjual segala hartanya hingga tak tersisa apapun.

Pekerjaan Ayi Sopian (45) suami dari Yuli yang sebatas buruh tani membuat ekonomi mereka sangat terbatas. Kini Ayi pun mesti menemani sang Istri di RSUD Cianjur, sehingga tak dapat bekerja.

Menurut Ayi, beberapa pekan di RSUD membuat ia mesti menjual barang-barang miliknya. Mulai dari TV, lemari, hingga yang terakhir ialah KWH Listrik. “Saya sudah tidak punya apa-apa, KWH juga dijual ke tetangga. Nilainya Rp 1 juta, tapi dapet bersihnya hanya Rp 200 ribu,” kata dia.

Menurutnya, anak mereka ada empat, yakni Arief Hidayat (20), Lidyawati (13), Dewi Deviyanti (11), dan Adinda Putri (10 bulan). Oleh karena itu, selain memikirkan biaya di rumah sakit, Ayi juga mesti mencari biaya untuk makan anak-anaknya.

“Sekarang dititipkan di neneknya (ibu Ayi). Paling saya minjem untuk beli susu anak paling kecil. Sehari Rp 15 ribu untuk susu, kan pakai susu formula,” kata dia.

Ayi mengaku sudah kebingungan mencari tambahan biaya, apalagi dalam waktu dekat isterinya mesti menjalani kemoterapi sebelum melanjutkan ke tahap operasi.

“Tidak tahu harus bagaimana, semoga aja ada yang mau bantu keluarga saya, terutama biaya operasi dan kemoterapi. Saya sudah tidak punya apa-apa,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Yuli Yuliawati (38) hanya bisa terbaring sambil menahan rasa sakit di atas kasur di lorong ruang Samolo II RSUD Cianjur. Penyakit kanker payudara yang memasuki stadium 4 membuat rasa sakit yang dirasanya begitu menyiksa.

Warga kampung Gunung Lanjung RT 03 RW 07 Desa Cijedil Kecamatan Cugenang ini diketahui mengidap kanker sejak setahun lalu. Tak adanya biaya membuat penyakit itu terus menggerogoti payudaranya hingga seperti saat ini.(isl)

Comments

comments