Tiga Laki-laki dan 5 Wanita Didagangkan kepada Warga Asing

0
18

CIANJUR, patas.id – Jajaran Satreskrim Polres Cianjur berhasil membongkar jaringan praktik ‘esek-esek’ prostitusi internasional di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur. Konsumennya adalah turis asing asal Timur Tengah yang biasa berlibur di kawasan Cipanas, Puncak.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan 5 orang mucikari dengan korban 3 laki-laki yang dijadikan lady boy serta 5 perempuan yang dijadikan pekerja seks komersial.

Menurut Juang, modus para pelaku merekrut korban untuk dijadikan pekerja seks komersial dan lady boy. Setelah mendapatkan korban, mereka kemudian diangkut dan dieksploitasi secara seksual sehingga orang tersebut mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi.

“Mereka berkeliling dengan menggunakan mobil di wilayah Vila Kota Bunga Cipanas. Di dalam mobil terdapat wanita yang ditawarkan khusus kepada warga negara asing berkebangsaan Timur Tengah,” ujar Juang saat menggelar konferensi pers di Mapolres Cianjur, Selasa (8 Oktober 2019).

Juang mengatakan, pengungkapan kasus penjualan orang ini dilakukan dengan cara pengintaian oleh anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur selama beberapa hari. Kemudian didapati beberapa mobil yang berkeliling di sekitar Vila Kota Bunga Cipanas.

Pihak Satreskrim melakukan penyergapan di tiga lokasi berbeda di seputar Perumahan Kota Bunga Cipanas. “Kami melakukan pengintaian dan penyergapan, setelah kami sergap didapati beberapa tersangka yang mempunyai tugas berbeda-beda,” kata Juang.

Juang menambahkan, tugas para pelaku di antaranya ada yang melakukan nego dengan warga asing, ada yang sebagai sopir, dan ada pula koordinator para korban yang didagangkan.

“Pengungkapan jaringan ‘esek-esek’ internasional ini dilakukan dalam upaya menekan jumlah kriminalitas dan penyakit masyarakat. Sebab, kami sudah sering menerima keluhan warga yang meminta tempat wisata seperti Kota Bunga ditertibkan dari praktik kemaksiatan dan dikembalikan fungsinya sebagai tempat wisata keluarga,” tutur mantan Kasatlantas Polrestro Tanggerang Kota ini.

Devi Aprilianti alias Mamih (28 tahun), salah seorang pelaku yang berhasil ditangkap, membantah telah merekrut dan menjual para gadis. Dia mengaku bahwa para perempuan itu datang kepadanya atas kemauan sendiri.

“Siapa bilang menjual, mereka yang datang sendiri dan meminta. Saya sendiri baru empat hari berada di Cipanas,” kata Devi dengan nada ketus.

Beberapa kali ditanya, Devi keukeuh menyebutkan bahwa dirinya tidak kenal dengan para korban. “Saya di Cipanas bersama pacar, sedang main. Saya tidak kenal mereka,” ucapnya. (daz)

Comments

comments