Mau Pilkades, APBDes Harus Segera Ditetapkan

0
24

CIANJUR, patas.id – Pemkab Cianjur mengingatkan semua desa yang akan melaksanakan pilkades serentak pada Februari 2020 harus segera menyelesaikan dan menetapkan APBDes 2020 pada akhir tahun ini atau paling lambat Januari 2020. Pasalnya, bantuan keuangan yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Cianjur untuk pelaksanaan pilkades di setiap desa harus dimasukkan ke dalam APBDes.

“Anggaran pilkades dialokasikan dari APBD pada 2020. Kita sudah masukkan pada pembahasan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara). Dana pilkades itu masuknya pada pos belanja bantuan. Artinya, bantuan ini harus masuk APBDes. Jadi, kami ingatkan agar APBDdes di masing-masing desa harus sudah disahkan akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan karena pilkades digelar Februari,” tegas Asisten Daerah III Setda Kabupaten Cianjur, Budhi Rahayu Thoyib, Selasa (1 Oktober 2019).

Budi juga mengingatkan para camat sebagai pembina wilayah pedesaan, harus mengawasi pembahasan APBDes di masing-masing desa agar bisa diselasaikan dan ditetapkan akhir tahun ini. Langkah itu juga untuk menyelaraskan dengan pengesahan APBD 2020 Kabupaten Cianjur yang bakal diupayakan selesai pada November atau Desember 2019.

“Kalau sampai APBDes 2020 di masing-masing desa tak selesai sampai waktu pelaksanaan pilkades pada Februari nanti, maka kemungkinan bantuan dari APBD tak bisa cair untuk pelaksanaan pilkades di masing-masing desa. Makanya, kami harapkan para camat bisa ikut memantau penetapan APBDes 2020 di masing-masing desa agar selesai akhir tahun ini,” tegas Budi.

Budi belum bisa menyebutkan besaran anggaran pilkades yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Cianjur. Setiap desa besarannya tidak akan sama karena dihitung berdasarkan jumlah hak pilih.

“Kalau secara alokasi, saya kurang begitu hapal. Hanya memang itu (bantuan anggaran) tergantung kepada jumlah hak pilih di setiap desa. Tapi insyaallah semua kebutuhan sesuai usulan dari desa itu akan kita penuhi. Apalagi pada perda-nya, kewajiban pemerintah daerah menanggung biaya pelaksanaan pilkades serentak,” tandasnya.

Pilkades serentak di Kabupaten Cianjur akan digelar di 248 desa yang direncanakan pada 23 Februari 2020. Sesuai ketentuan, tahapan pilkades serentak dimulai 6 bulan sebelum pelaksanaan.

“Jadi tahapan mulai dilaksanakan Oktober. Pelaksanaan kan Februari 2020,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial, belum lama ini.

Mengawali tahapan, lanjut Danial, tentu harus dibentuk terlebih dulu Panitia Pilkades. Dilanjutkan dengan berbagai bimbingan teknis pembekalan para Panitia Pilkades.

“Kemudian masuk pada tahapan pendaftaran bakal calon, penjaringan, hingga proses penetapan bakal calon menjadi calon hingga pelaksanaannya pada Februari 2020,” ungkap Danial.

Secara teknis, kata dia, di setiap desa nanti akan diatur tempat pemungutan suara. Artinya, Pilkades sekarang tidak lagi terpusat pelaksanaannya di satu titik.

“Minimal 3 TPS di satu desa yang melaksanakan Pilkades. Jadi bisa 5 (TPS), bisa 7 (TPS), disesuaikan dengan kemampuan keuangan desanya,” imbuh Danial.

Berkaitan dengan jumlah calon yang akan mencalonkan diri pada pilkades, tuturnya, aturan mensyaratkan minimal dua orang. Jika hanya terdapat 1 orang calon, maka Panitia Pilkades berhak membuka kembali pendaftaran.

“Minimal calon itu dua orang. Makanya, ketika hanya terdapat satu calon, harus dibuka lagi pendaftaran. Kalau masih saja setelah dibuka kembali pendaftaran terdapat 1 orang calon, maka akan diikutsertakan pada pilkades berikutnya,” terang Danial. (daz)

Comments

comments