Survei Penjaringan Bakal Calon Bupati di PDIP Dianggap Aneh

0
49

CIANJUR, patas.id – Juru bicara salah seorang bakal calon Bupati Cianjur mengaku merasa aneh dengan mekanisme penjaringangan bakal calon yang digelar DPC PDIP Kabupaten Cianjur. Yul Zulinah, juru bicara bakal calon Brigjen (Purn) Anang Pratanto, menilai survei popularitas dan elektabilitas internal yang akan dilakukan PDIP bakal menguntungkan calon tertentu, khususnya petahana.

Menurut Yul adanya survei popularitas dan elektabilitas yang akan diselenggarakan pada 23 September 2019 nanti terlalu menguntungkan balon petahana yang sama mendaftarkan diri untuk kembali maju menjadi calon Bupati Cianjur melalui PDIP.

“Jelas yang punya popularitas adalah calon petahana,” katanya saat menggelar jumpa pers di Cianjur, Selasa 17 September 2019.

Dia menilai adanya survei saat penjaringan balon bupati tidak lazim. “Saya rasa adanya survei adalah ketentuan yang tak masuk akal,” katanya.

Menurutnya jika tidak lolos menjadi balon melalui PDIP, maka ia akan kembali daftar melalui partai lain. “Kita lihat saja nanti, sekarang partai-partai lain belum membuka pendaftaran,” ujarnya.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Cianjur, Susilawati, mengatakan, kebijakan survei popularitas dan elektabilitas adalah tahapan dan mekanisme partai.

“Ini bukan kewenangan DPC tapi ini kewenangan dari DPD dan DPP partai,” katanya.

Susi membantah jika survei popularitas menjadi suatu pengondisian untuk melolosakan salah satu balon.

“Adanya survei popularitas kita hanya ingin melihat realitas atau respon dari masyarakat secara objektif,” katanya. (daz)

Comments

comments