Tahapan Pilkada Belum Dimulai, DC Sudah Mendaftar ke PDIP

0
33

CIANJUR, patas.id – Meskipun tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur belum dimulai, DPC PDIP Kabupaten Cianjur sudah membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Dan, Cecep Muhammad Wahyudin menjadi yang pertama mendaftar, Jumat (6 September 2019).

Dengan slogan DC (Dokter Cecep/Demi Cianjur), Cecep mengembalikan berkas formulir pendaftaran ke Kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur diantar ratusan pendukung yang menamakan diri Balad Cecep.

Cecep menjelaskan bahwa pihaknya mengambil langkah cepat mendaftar sebagai bentuk sosialisasi. Dia berharap dengan langkah awal ini bisa mengenalkan dirinya kepada warga Cianjur.

“Langkah ini untuk lebih mengenalkan diri kepada warga Cianjur,” ujar Cecep kepada wartawan, Jumat (6 September 2019).

Cecep juga berdalih memilih daftar ke PDIP karena baru partai ini yang membuka pendaftaran.

“Karena PDIP yang baru membuka pendaftaran, ya saya daftar ke PDIP,” kata dia.

Cecep juga mengaku tak menutup kemungkinan akan mendaftar ke partai lain jika sudah dibuka pendaftaran. “Ya, jika memungkinkan saya akan daftar juga ke partai lain,” tukas Cecep.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Cianjur, Susilawati, menjelaskan, pihaknya sudah membuka pendaftaran 1-20 September 2019. Menurut dia, panitia sudah mencatat hingga Jumat (6 September 2019) sudah ada 2 orang yang mengambil formulir pendaftaran.

“Namun yang mengembalikan formulir disertai berkas persyaratan memang baru satu orang, yaitu (Dokter) Cecep ini. Kami masih menunggu pendaftaran bakal calon lain hingga 20 September 2019,” kata Susi.

Susi menyebutkan, 21-22 September 2019 pihaknya akan menyerahkan nama-nama calon yang sudah terjaring kepada pihak DPW dan DPP. “Lalu kami akan melakukan survei terhadap nama-nama yang sudah terjaring itu,” tuturnya.

Susi menambahkan, pihaknya tidak memberikan prioritas bakal calon berasal dari internal partai atau dari luar. “Yang penting prinsipnya sama ingin memajukan Cianjur sesuai flatform partai,” ujarnya.

Susi juga mengatakan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk kepentingan pilkada ini. Sebab, kata dia, PDIP tidak bisa mengusung calon sendiri.

“Kami harus melakukan koalisi dengan partai lain karena tidak bisa mengusung sendiri. Entah dengan sesama partai nasionalis atau dengan partai religius,” tukas dia. (daz)

Comments

comments