Peringatan HUT RI, Chep Garis jadi Pengibar Bendera Merah Putih

0
160

CIANJUR, patas.id – Ketua Umum Garis Cianjur, Chep Hernawan, menjadi petugas pengibar bendera merah putih pada kegiatan upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 RI. Upacara bendera digelar di Lapang Upacara Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kampung Palalangon, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (17 Agustus 2019).

Chep mengaku upacara bendera dilakukan sebagai pembuktian dirinya masih tetap mendukung Pancasila dan NKRI sekaligus membantah stigma sebagai pimpinan organisasi masyarakat yang radikal.

“Kata siapa saya pemimpin ormas radikal yang anti Pancasila dan NKRI. Saya tetap mendukung NKRI dan Pancasila. NKRI harga mati! Pancasila harga mati!” ujar Chep Hernawan di Cianjur, Sabtu (17 Agustus 2019).

Chep mengaku entah dari mana julukan yanh diterimanya sebagai pemimpin ormas yang mendukung radikalisme dan terorisme. Dia juga keukeuh membantah terlibat dalam kelompok ISIS. “Sekali lagi itu mah hoaks. Saya tak pernah terlibat,” tukas dia.

Lokasi kampung tempat upacara itu sendiri cukup unik. Di Desa Kertajaya dan Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, terdapat komunitas warga pemeluk agama Kristen. Di kedua desa tersebut bertebaran belasan gereja besar dan kecil. Sementara beberapa pondok pesantren juga berdiri berdampingan dengan gereja, termasuk Ponpes Nurul Hidayah.

“Kami bekerja sama dengan Satuan Brimob Polda Jawa Barat untuk menggelar upacara bendera sekalian bakti sosial pengobatan gratis. Ini sebagai jawaban terhadap segala tudingan radikalisme yang tak mendasar. Buktinya kami bisa berdampingan dalam satu kegiatan dengan polisi (brimob),” kata Chep.

Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Kompol Maman Ismail, mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI ini menjadi momen yang tepat untuk menjaga keutuhan negara. Menurut Ismail, pihaknya sengaja mengajak Ormas Garis dalam kegiatan ini dalam rangka memupuk dan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Persaudaraan yang kita jalin dengan semua elemen bangsa, termasuk Ormas Garis, ini akan membawa negara ini tetap maju sekaligus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” tandas Ismail.

Ismail menambahkan, selain menggelar upacara bendera dan pengobatan gratis, kegiatam juga diisi dengan aneka hiburan, salah satunya kesenian hadroh dan marawis yang dibawakan personel Kompi 3 Brimob Polda Jabar yang bermarkas di Cipanas, Cianjur.

Komandan Kompi 3 Brimob Polda Jabar, Iptu Apep YM, menjelaskan bahwa kesenian hadroh dan marawis ini sudah berdiri sejak 5 tahun lalu. Menurut Apep, Brimob memiliki kelompok kesenian hadroh dan marawis sebagai bukti stigma Brimob sudah berubah.

“Ini yang membedakan Brimob dulu dengam sekarang. Dulu kami selalu identik dengan kekerasan, tapi zaman sudah berubah. Kami bisa tampil lebih merakyat dan agamis,” tutur Apep. (daz)

Comments

comments