Ratusan Anggota Ormas BPPKB Ontrog Mapolsek Warungkondang

0
466

CIANJUR, patas.id – Ratusan anggota Organisasi Masyarakat Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten dari Jawa Barat dan Jabodetabek melurug Markas Polsek Warungkondang, Selasa (6 Agustus 2019) malam. Mereka meminta polisi menangkap pelaku perusakan atribut organisasi yang dilakukan sehari sebelumnya.

Akibat kerumunan massa, arus lalu lintas di jalur nasional Cianjur-Sukabumi mengalami kemacetan hingga 3 kilometer lebih.

“Kami meminta pihak kepolisian menangkap pelaku pada malam ini juga dan harus membuat pernyataan minta maaf karena ini urusan atribut dan kehormatan organisasi,” ujar Ketua DPC BPPKB Banten Kabupaten Cianjur, Tb Uje Sutisna, di Mapolsek Warungkondang, Selasa (6 Agustus 2019) malam.

Menurut Uje, persoalan bermula saat seorang warga merusak dan menginjak-injak atribut organisasi BPPKB Banten di sebuah posko yang berlokasi di Kecamatan Gekbrong, perbatasan Cianjur-Sukabumi. Tak terima atribut organisasi dirusak, mereka pun lapor polisi dan meminta supaya pelakunya ditangkap.

“Kami sudah melakukan musyawarah di kepolisian dan sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara musyawarah, tapi sampai saat ini pihak kepolisian belum menangkap pelaku sehingga karena merass tidak puas, anggota dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jabodetabek pun beramai-ramai datang ke sini (Mapolsek Warungkondang,” kata Uje.

Uje menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak kepolisian. Namun, setelah dilakukan dialog, disepakati kasus ini tidak dibawa ke jalur hukum. “Kalau pelaku sudah ditangkap, cukup meminta maaf, kami anggap masalahnya selesai,” imbuh Uje.

Kepala Polsek Warungkondang, AKP Gito, menjelaskan bahwa masalah ini sudah dianggap selesai karena pihak pelapor pun menginginkan diselesaikan secara musyawarah.

“Pelakunya memang sampai saat ini belum ditangkap karena tidak ada unsur pengrusakan. Ini hanya masalah atribut organisasi yang dirusak, bukan barang atau posko,” kata Gito.

Gito berjanji akan memanggil pelaku untuk diajak bermusyawarah. “Karena pelapor pun tidak akan menempuh jalur hukum, kita akan membantu mempertemukan pelaku dengan perwakilan organisasi,” tutur Gito.

Gito meminta agar massa segera membubarkan diri dan menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian. “Kami tidak mau diintervensi, namun kami akan tetap memberikan atensi,” kata Gito.

Hingga pukul 22.00 WIB massa masih berkumpul di depan Mapolsek Warungkondang dan berangsur-angsur membubarkan diri. Sementara antrean panjang kendaraan yang melintas masih terjadi. Satu SST Dalmas dari Satsabhara Polres Cianjur pun masih berjaga-jaga. (daz)

Comments

comments