Warga Cisalak Antre Pasokan Air Bersih

0
33

CIANJUR, patas.id – Ratusan warga tiga kampung di Desa Cisalak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, antre untuk mendapatkan air bersih yang dipasok Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Kamis (25/7) petang. Pendistribusian air bersih sebanyak 12 ribu liter dipusatkan di Kampung Cisalak Hilir, Cisalak Girang, dan Pasirluhur, yang terdampak kekeringan.

“Alhamdulillah, sekarang kami bisa mendapatkan air bersih,” kata Mona (25 tahun), warga Kampung Cisalak Hilir, Desa Cisalak, Kamis (25 Juli 2019).

Mona mengaku krisis air bersih yang dialami warga di kampungnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Sumur di rumahnya sudah tak bisa dimanfaatkan lagi karena mengering.

“Selama tidak air di rumah, untuk mencuci pakaian dan lainnya saya biasa menggunakan air dari Sungai Cikondang,” tuturnya.

Sementara untuk kebutuhan air minum, Mona mengaku membeli air isi ulang. Setiap hari ia dan keluarganya membeli sekitar 6 galon air isi ulang.

“Satu galon harganya Rp 5 ribu. Jadi, sehari harus menyiapkan uang Rp30 ribu untuk membeli air isi ulang,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Dewi Herliani (42 tahun), warga Kampung Cisalqk Hilir lainnya. Menurut dia, warga terpaksa makan tak menggunakan piring karena tak ada air untuk mencucinya.

“Warga di sini banyak yang menggunqkan kertas nasi atau daun pisang untuk alas makan karena tak ada air untuk mencuci piring,” ujar Dewi.

Kekeringan ini, kata Dewi, lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini akibat bendungan irigasi di Sungai Cikondang jebol.

“Baru pertama kali kami harus mengandalkan pasokan air bersih. Biasanya, meskipun kemarau panjang, sumur dan kolam tak pernah kering,” tutur Dewi.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan, bantuan pendistribusian air bersih di Desa Cisalak Kecamatan Cibeber merupakan titik ketiga. Sebelumnya bantuan serupa didistribusikan bagi warga di Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Mande.

“Setiap kali pendistribusian kami siapkan sebanyak 12 ribu liter air menggunakan tiga unit armada tangki. Satu armada berkapasitas 4 ribu liter,” terang Budi.

Budi menyebutkan pendistribusian air bersih berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan setempat. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan air bersih itu untuk kebutuhan yang betul-betul perlu.

“Sejak kemarau, pemakaian air bersih pelanggan Perumdam relatif meningkat karena warga sudah tak ada sumber air lain lagi,” tandasnya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengimbau masyarakat memanfaatkan bantuan air bersih untuk hal penting, misalnya minum dan memasak. Bantuan distribusi air bersih akan terus dilakukan berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti.

“Saya sudah menginstruksikan Perumdam agar berkeliling menyuplai air bersih untuk warga yang membutuhkan. Besok (Jumat), kami akan mengumpulkan semua camat dalam rapat koordinasi untuk penanganan kekeringan,” kata Herman.

Hasil rapat koordinasi pada Jumat (26 Juli 2019), kata Herman, kemungkinan akan dijadikan acuan menetapkan status siaga darurat kekeringan. Artinya, Pemkab Cianjur tidak akan menunggu dulu rekomendasi dari BMKG melalui BPBD Jawa Barat.

“Kita lihat kondisi di lapangan. Kalau memang segera diperlukan untuk menetapkan status siaga darurat kekeringan, saya akan tanda tangan suratnya. Sehingga penanganan kekeringan bisa lebih cepat,” tandas Herman. (daz)

Comments

comments