Pamit ke Bogor, Amel Ditemukan Tewas di Sukabumi

0
308

CIANJUR, patas.id – Suasana duka menyelimuti kediaman Amelia Ulfah Supandi (22 tahun), warga Jalan Profesor Mohamad Yamin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, yang diduga menjadi korban pembunuhan, Selasa (23 Juli 2019). Almarhumah yang merupakan anak pertama dari pasangan suami-istri Enang Supandi dan Masriah itu ditemukan meninggal dunia tergeletak di pinggir sawah di Kampung Bungbulang Salaeurih, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (22 Juli 2019) sekitar pukul 06.30 WIB.

Berdasarkan informasi, almarhumah yang biasa disapa Amel oleh keluarganya itu berpamitan kepada orangtuanya pada Sabtu (20 Juli 2019) siang untuk pergi ke Bogor. Keberangkatannya ke Bogor itu sudah direncanakan oleh almarhumah jauh-jauh hari. Karena, almarhumah berencana untuk kembali melanjutkan kuliahnya ke jenjang S1, setelah sempat mengenyam pendidikan hingga D3 di salah satu perguruan tinggi di Bogor.

Setelah ditemukan oleh salah seorang warga setempat, jenazah almarhumah langsung dibawa oleh petugas ke RSUD R Syamsuddin, Kota Sukabumi, untuk dilakukan otopsi.

Usai dilakukan otopsi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan puluhan orang menyambut kedatangan jenazah yang dibawa dengan mobil ambulans milik RSUD R Syamsuddin bernomor polisi F 9943 S dan dengan pengawalan aparat dari Polres Sukabumi Kota, Selasa (23 Juli 2019).

Jenazah gadis yang bercita-cita menjadi ahli pertanian itu dikebumikan di sebuah tempat pemakaman umum di Kampung Tugu, Sayang, Cianjur, tak jauh dari rumah duka. Orangtua korban tampak tegar menghadapi kenyataan tersebut kendati tidak menyangka anak kesayangannya pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Hari Sabtu anak saya pamit mau ke Bogor untuk registrasi daftar kuliah. Rencana pulang Minggu, tapi tidak ada kabar sejak Minggu sore, ternyata mengalami kejadian seperti ini,” tutur Enang Supandi, ayah korban, di Cianjur, Selasa (23 Juli 2019).

Enang mengaku, belum tahu persis penyebab kematian anaknya, namun dari informasi yang didapat kuat dugaan korban meninggal akibat dianiaya.

“Masih diselidiki oleh pihak kepolisian (penyebab kematiannya). Jika memang anak saya telah ada yang menyakiti, semoga pelakunya disadarkan dan segera menyerahkan diri. Selanjutnya (proses hukum) saya serahkan ke aparat kepolisian untuk mengadilinya seadil-adilnya,” ucap dia. (daz)

Comments

comments