Rumah Ambruk Diguyur Hujan

0
22

CIANJUR, patas.id – Sebuah rumah di Kampung Cicantu Kebon Awi RT 005/003, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, rusak berat setelah diguyur hujan lebat. Rumah panggung milik pasangan Latif (47 tahun) dan Juju Juariah (40 tahun) ini bahkan nyaris ambruk.

Berdasarkan pantauan, kondisi rumah ini sangat memprihatinkan. Atap bangunan sisi sebelah kanan dalam kondisi ambruk sehingga membahayakan para penghuni di dalamnya.

Juju Juariah menuturkan, kondisi rumahnya memang sudah lama rusak karena faktor waktu dan cuaca.

Puncaknya, hujan deras disertai angin kencang, Selasa (9 Juli 2019) malam mengakibatkan sebagian atap bangunan ambruk hingga menjebol dinding rumah yang terbuat dari bilik kayu tersebut.

“Ambruknya tadi malam, untungnya anak-anak semua tidur di ruang tengah, tidak di kamar,” kata Juju saat ditemui di rumahnya, Rabu (10 Juli 2019).

Sudah sejak setahun terakhir, terang ibu enam anak itu, tiga ruangan kamar tak lagi digunakan karena langit-langitnya sudah jebol. “Jadi semuanya kalau tidur di ruang tengah, kalau kamar-kamar itu untuk simpan barang saja karena takut roboh, dan ternyata benar, roboh,” ucapnya.

Juju mengaku, pendapatan suaminya yang hanya buruh serabutan membuatnya tak bisa berbuat banyak atas kondisi tersebut. “Saya hanya bisa menyisihkan uang untuk beli kayu dan bambu supaya bisa diperbaiki sedikit-sedikit, eh bambunya malah ada yang maling (dicuri),” ucapnya.

Menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni diakui Juju bukan tanpa kekhawatiran. Apalagi saat ini sebagian atap rumahnya sudah ambruk. “Apalagi sekarang kalau malam hujan terus. Tidur jadinya tidak nyenyak, saya khawatir sama anak-anak,” ujarnya.

Juju pun kini hanya bisa pasrah dan menunggu realisasi dari janji aparat pemerintah setempat yang pernah beberapa kali menyambangi rumahnya. “Sudah ada beberapa kali yang datang ke sini. Katanya mau dibantu diperbaiki, tapi belum ada kabarnya lagi malah keburu roboh seperti ini,” imbuhnya.

Ketua RT setempat, Ayi Tarpudin (45 tahun) berharap kepada pemerintah dan pihak terkait untuk segera memberikan bantuan perbaikan atas kondisi rumah salahsatu warganya itu. Pasalnya, ia khawatir keadaan rumah tersebut semakin membahayakan keselamatan para penghuninya.

“Apalagi di dalam kan ada anak-anak, ada bayi, kasihan kalau ada apa-apa. Malam juga waktu atapnya roboh kita warga kaget dan buru-buru bantu, untungnya tidak ada korban,” kata dia.

Saat ini, pihaknya berinisiatif mencarikan rumah kontrakan yang lokasinya tidak jauh untuk ditempati sementara oleh keluarga Latif. “Saya sudah berkoordinasi dengan yang punya kontrakan, nanti biayanya ditanggung RT dari urunan warga. Tapi kata Bu Juju mau dimusyawarahkan dulu sama suami,” ucapnya.

Ayi mengaku, sebelum rusak berat diterjang angin dan hujan deras, kondisi rumah Latif memang sudah tidak layak huni. “Sudah ada yang datang (petugas pemerintah) beberapa kali ke sini. Informasinya mau dimasukkan ke program rutilahu namun sampai saat ini belum, baru diukur-ukur dan di foto saja,” ujarnya. (daz)

Comments

comments