Cianjur Masuk 3 Besar Penerima Bantuan Pangan Non Tunai di Jawa Barat

0
63

CIANJUR, patas.id – Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial, AM Asnandar, mengatakan, Kabupaten Sukabumi, merupakan penerima manfaat terbesar Bantuan Pangan Non Tunai di wilayah I Sumatera dan Jawa Barat.

Ia mengatakan di wilayah I, data keluarga miskin penerima manfaat BPNT ada sekitar 5 juta keluarga. Di Jawa Barat tiga besar penerima manfaat BPNT adalah Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

“Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Cianjur sudah menandatangani program pendampingan BPNT ini, artinya kalau ingin menuntaskan kemiskinan harus simultan sinergi antarlembaga pemerintah,” ujar Asnandar saat launching penyaluran program BPNT, di Desa Kertajati, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Rabu (26 Juni 2019).

Asnandar mengatakan, program BPNT sangat bermanfaat bagi warga karena berbeda dengan program sebelumnya, yakni beras untuk warga prasejahtera (rastra).

“Kalau zaman dulu tak transparan jenis berasnya, di program kali ini warga berhak memilih mana yang akan diambil beras premium atau medium,” katanya.

Ia mengatakan, penentuan penerima BPNT harus berbasis data terpadu melalui musyawarah desa dan kelurahan. Ia mengatakan, penerima BPNT harus dipampang di kantor desa dan kelurahan agar warga lainnya bisa menilai apakah penerima tersebut sudah pantas atau malah tak pantas karena sudah sejahtera.

“Jangan sampai yang punya mobil atau rumahnya bagus menerima BPNT,” katanya.

Ia mengatakan target 1 juta yang belum tersalurkan di wilayah I akan dikembalikan ke negara. “Jadi kalau kartu kombo 105 hari tak digunakan akan dikembalikan ke negara, apakah meninggal dunia atau pindah alamat, itu yang harus diverifikasi,” katanya.

Tim satgas pangan juga akan berkoordinasi untuk pengawasannya. Ia mengatakan, untuk tahun 2020 pihaknya sudah mengadakan pertemuan sampai tengah malam dengan pihak dewan.

“Jadi BPNT dinaikan lagi anggarannya, sudah diusulkan dari Rp 110 ribu per penerima manfaat menjadi Rp 135 ribu, dari beras dan telur rencananya bisa jadi ada tambahan bahan lainnya nanti,” katanya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, memberi pesan untuk e-warung agar memberi beras premium terbaik kepada warga penerima bantuan.

“Harus beras yang bagus, jangan sampai ada telur kadaluarsa, saya yakin dengan program ini perekonomian warga bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya. (daz)

Comments

comments