Dua Warga Sindangbarang Tewas Keracunan Pindang Ikan

0
2188

CIANJUR, patas.id – Dua warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia dan puluhan lainnya dirawat di Puskesmas Sindangbarang akibat keracunan. Diduga keracunan terjadi usai warga menyantap pindang ikan mas.

Wulan Apriani, dokter di Puskesmas Sindangbarang, menjelaskan, pasien yang datang mengalami pusing, mual, dan muntah-muntah serta diare. Mereka mengaku mengalami gelaja tersebut usai mengonsumsi pindang ikan mas yang dibeli warga dari seorang pedagang keliling.

Wulan Apriani menyebutkan, jumlah warga yang mengalami keracunan yang dirawat di puskesmas sebanyak 40 orang.

“Namun jumlah tersebut ditengarai masih akan bertambah lagi karena informasi yang didapat masih ada warga yang keracunan sehingga belum bisa pastikan jumlah totalnya.,” tutur Wulan kepada wartawan, Sabtu (22 Juni 2019).

Dari puluhan korban yang dibawa dan dirawat ke puskesmas, sebut Wulan, seorang pasien meninggal dunia, dan satu orang lainnya meninggal dunia di rumah.

“Data yang kita terima ada dua (meninggal dunia). Seorang di sini, dan dari keterangan pasien lain, ada seorang lagi yang meninggal dunia di rumahnya,” katanya.

Wulan menyebutkan, penyebab keracunan diduga berasal dari ikan pindang yang dibeli warga di seorang pedagang di acara perpisahan sekolah.

“Korban mengalami pusing, mual, muntah, lemas, dan buang air besar lebih dari tiga kali. Ada juga yang demam bahkan sampai ada yang kejang akibat dehidrasi,” terang Wulan.

Wulan menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan sekaligus pendataan ke lapangan karena dikhawatirkan ada korban baru. “Sekiranya ada pasien yang harus dirawat kita akan langsung lakukan tindakan,” ujarnya.

Caca Rukmini (50 tahun), salah seorang korban, menuturkan, sebelum mengalami gejala keracunan, ia mengaku sempat mengonsumsi pindang ikan mas.

“Sebelumnya saya sarapan dulu dengan pindang ikan mas. Tadi jam tiga subuh tiba-tiba terasa mual, perut saya seperti dikuras,” tutur Caca.

Berdasarkan keterangan, korban meninggal dunia bernama Riandani (11 tahun), dan Ahmad Sadili (56 tahun). Keduanya warga Kampung Cisireum, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang. Salah seorang korban sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Sindangbarang, namun nyawanya tidak tertolong. (daz)

Comments

comments