Sudahi Perselisihan dengan Silaturahmi

0
12

SERANG, patas.id – Pemilu 2019 telah usai yang bertepatan dengan Idulfitri 1440 Hijriah. Momentum hari raya harus dimanfaatkan merekatkan kembali persatuan dan kesatuan yang sempat terpecah gegara beda pilihan.

Hal itu diungkapkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Udi Mafrodin, dalam Seminar Nasional di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (20 Juni 2019). Ia menekankan pentingnya merajut kembali silaturahmi.

“Silaturahmi merupakan budaya bangsa Indonesia. Ini harus terus dijaga agar persaudaraan dan persatuan tetap terjalin baik di antara sesama anak bangsa,” tegas Prof Udi Mafrodin.

Silaturahmi usai Idulfitri atau biasa dikenal halalbihalal menjadi budaya bangsa Indonesia. Halalbihalal dimulai pada era Presiden RI pertama, Ir Soekarno, lantaran dipicu gerakab-gerakan disintegrasi, seperti DI/TII dan G30S/PKI.

“Bung Karno kemudian mencari solusi menyakapi permasalahan bangsa. Dipanggil para tokoh agama untuk mencari solusi agar Indonesia tetap bersatu,” ungkapnya.

Alumnus Mesir Banten, Ahmad Yuri Alam, menambahkan Pemilihan Presiden 2019 harus menjadi pelajara berharga bagi bangsa Indonesia. Terpecahnya bangsa Indonesia lantaran dipicu beda pilihan.

“Yang diperlukan saat ini adalah persatuan. Jangan lagi ada istilah 01 atau 02. Kita semua sama. Kita bangun Indonesia lebih maju,” tegasnya.

Ia pun menekankan agar semua pihak bisa menerima apapun hasilnya. Termasuk menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang sedang menjalankan sidang sengketa Pemilu.

“Harus bisa legowo dengan hasilnya. Intinya, jangan lagi ada perpecahan setelah Pemilu 2019,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments