Ormas Garis Tarik Dukungan dari Pasangan Prabowo-Sandi

0
107

CIANJUR, patas.id – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur menginstruksikan seluruh anggotanya menarik dukungan untuk Pemilu Presiden 2019. Alasannya, Garis menganggap masalah Pilpres sudah selesai dan pihaknya akan kembali ke khitah sebagai organisasi kemanusiaan.

“Pilpres sudah usai, tak ada dukung-mendukung lagi. Hasilnya kita serahkan ke Mahkamah Konstitusi, siapa pun yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI,” ujar Ketua Umum Garis Cianjur, Chep Hernawan, di Markas Besar DPP Garis Cianjur, Jumat (21 Juni 2019).

Menurut Chep, usai perhelatan Pilpres, pihaknya sudah tidak sejalan dengan perjuangan tim Badan Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat ini. Untuk itu, kata dia, Garis secara organisasi menarik diri dari urusan dukung-mendukung.

“Kita sudahi sampai di sini karena misi kita sudah tak sejalan. Siapapun pemenangnya kita hormati, asal MK mengambil keputusan dengan jujur,” kata pengusaha yang lebih dikenal dengan sebutan Chep Dapet ini.

Chep mengaku hasil dukung-mendukung Pilpres ini hanya jadi korban, terutama saat terjadi aksi 22 Mei 2019 yang berbuntut rusuh. Sebab, dia menegaskan, setiap ada aksi yang rusuh, nama Garis selalu dijadikan kambing hitam.

“Buktinya kemarin kami juga dituduh terlibat aksi rusuh yang menyebabkan jatuh korban. Padahal, gara-garanya hanya ambulans Garis yang dipinjam pihak lain untuk urusan medis ditangkap Brimob saat mengevakuasi korban. Ujung-ujungnya kami yang dipersalahkan,” tutur Chep.

Chep pun menambahkan bahwa nama Garis sering jadi sangkaan yang berujung salah paham. Buktinya, dia mengaku sempat diperiksa di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat gara-gara ada mobil ambulans bernama Garis ditangkap.

“Saat dibuktikan ternyata bukan mobil kami. Mobil itu bernama Garis juga, tapi bukan ormas Gerakan Reformis Islam, melainkan yayasan Gerakan Rizalul Islam,” kata Chep.

Chep pun akhirnya mengambil inisiatif bertemu dengan pihak media untuk klarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan mencabut dukungan.

“Hal ini perlu disampaikan ke pihak media supaya tidak terjadi salah paham. Kita melakukan dauroh sekaligus tabayyun,” tandas Chep. (daz)

Comments

comments