Sidang KPK Gadungan, Plt Bupati Cianjur Hadir sebagai Saksi

0
45

CIANJUR, patas.id – Pengadilan Negeri Cianjur kembali menggelar sidang kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi gadungan dengan korban Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Herman yang menjadi korban dihadirkan sebagai saksi dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (12 Juni 2019).

Setelah sempat tidak hadir pada dua persidangan sebelumnya, akhirnya Plt Bupati Cianjur itu datang untuk menjadi saksi dalam persidangan.

“Betul, Bapak hadir pada persidangan kali ini. Pada persidangan sebelumnya beliau tidak bisa hadir karena padatnya jadwal kegiatan beliau sebagai Plt. Iya, sebagai saksi dan pelapor,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda, Rabu (12 Juni 2019).

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, datang dengan menggunakan mobil SUV Mitsubishi Pajero Sport warna hitam dan didampingi sejumlah kuasa hukumnya.

Kesaksian Herman di persidangan sangat dinantikan publik, termasuk oleh majelis hakim, jaksa, dan pengacara. Pasalnya posisi Herman merupakan saksi pelapor sekaligus korban pada perkara tersebut.

Sementara itu, Yudi Junadi, kuasa hukum Herman Suherman, mengatakan, posisi kliennya pada persidangan ini sebagai saksi sekaligus korban perkara dugaan pemerasan.

Menurut Yudi, pada dua kali persidangan sebelumnya, kliennya tidak hadir karena posisinya sebagai Plt Bupati Cianjur harus menjalankan tugas dinas ke luar kota.

“Kehadiran beliau sebagai saksi saat ini dilandasi keinginan agar kasus dugaan pemerasan ini transparan dan terang benderang sehingga kebenarannya diketahui publik,” ujar Yudi.

Selain itu, kata dia, kehadiran Herman juga merupakan komitmen beliau sebagai warga negara yang baik taat pada hukum.

“Panggilan sebagai saksi di pengadilan adalah penghormatan atas prinsip negara hukum sekaligus kewajiban bagi warga negara yang baik,” tutur Yudi.

Kehadiran orang nomor satu di Cianjur di pengadilan mendapat perhatian cukup besar. Ratusan warga memenuhi Pengadilan Negeri Cianjur untuk mengikuti jalannya persidangan.

Sidang kasus dugaan pemerasan itu sendiri memasuki agenda pemeriksaan keterangan saksi. Sebagai saksi sekaligus korban, Herman mengaku telah diperas oknum yang mengatasnamakan petugas KPK yang mengurusi operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Terdakwa Mustadjab Latif (78 tahun), meminta agar Herman menyetor uang Rp 100 juta melalui terdakwa Ridwan Mubarok, salah seorang aktivis di Cianjur. Herman pun menyetorkan uang sebanyak Rp 30 juta, lalu melaporkan peristiwa dugaan pemerasan tersebut. (daz)

Comments

comments