Istri Ketua KPU Disekap Orang tak Dikenal

0
49

CIANJUR, patas.id – Yanti, istri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, menjadi korban penyekapan, Kamis (23 Mei 2019) malam. Korban disekap di rumahnya di Kampung Karangtengah, RT 002/RW 009, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur oleh dua orang tak dikenal.

Dadan Bunyamin (39 tahun) warga setempat yang turut menyelamatkan korban menuturkan, ia mendapati korban sedang terikat di tiang penyangga toren atau penampung air di teras belakang rumah. Sebelumnya, Dadan yang tengah berjualan mie ayam di pinggir jalan itu mengaku didatangi suami korban untuk meminta bantuan warga.

“Saya dan Pak Hilman dibantu ada tiga warga yang lain lalu mendatangi lokasi. Saya lewat belakang, sedangkan yang lain lewat depan,” tuturnya.

Tiba di belakang rumah, Dadan mendapati korban tengah terikat di besi penyangga toren di teras belakang, sedangkan kain yang menutup mulut korban terlihat sudah terlepas.

“Saya naik ke tembok tapi belum berani turun khawatir masih ada pelaku di dalam rumah. Tapi Bu Yanti minta saya mengecek anaknya yang ada di dalam rumah,” sebutnya.

Ia pun coba memberanikan diri untuk turun kemudian melepaskan ikatan tangan korban. “Saat itu saya tidak melihat orang lain (pelaku). Mungkin sudah kabur sebelum warga datang,” sebutnya.

Sementara Bambang Hendra, saudara korban yang ditemui di rumah korban, Jumat (24 Mei 2019) pagi mengatakan sengaja datang setelah mendengar kabar adiknya disekap semalam.

“Iya, katanya disekap, tapi saya tidak tahu detail kejadiannya karena saya belum bicara banyak dengan adik saya,” katanya singkat kepada wartawan.

Hingga saat ini pihak Polres Cianjur yang menangani kasus tersebut masih melakukan penyelidikan, termasuk mendalami motif dari kejadian tersebut.

“Masih kita dalami, jika memang ada perkembangan kita informasikan lagi,” kata Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto, kepada wartawan di lokasi kejadian, semalam.

Sejauh ini, ditegaskan Budi, tidak ada dugaan motif yang mengarah pada profesi suami korban sebagai Ketua KPU Kabupaten Cianjur. “Motifnya belum mengarah ke sana, masih kita dalami,” imbuhnya. (daz)

Comments

comments