Ada Apa Dengan Distribusi Logistik?

0
42

CIANJUR patas.id – Menjelang hari pencoblosan, jumlah logistik Pemilu 2019 yang rusak saat pendistribusian di wilayah Kabupaten Cianjur, terus bertambah. Selain rusak saat didistribusikan, puluhan kotak suara yang tersimpan di gudang Bale Rancage rusak karena hujan.

Bahkan, enam kotak suara DPD RI untuk Daerah Pemilihan Cianjur 1 (Kecamatan Cianjur, Gekbrong, Cilaku, dan Warungkondang) dikabarkan hilang di gudang sebelum didistribusikan.

“Padahal sudah diberi label peruntukannya. Tapi semalam hilang, karena situasi di sini memang ramai sejak kemarin,” kata sumber patas.id di lingkungan petugas packing logistik Pemilu 2019, Selasa (16 April 2019).

Dia mengatakan, ratusan kotak suara beserta isinya untuk Panitia Pemilihan Kecamatan Cilaku dan Cianjur masih belum didistribusikan. “Informasinya hari ini semua akan dibawa,” sebutnya.

Petugas tersebut menambahkan, kemungkinan kotak suara yang hilang itu karena salah distribusi. “Kotak hilang itu bisa jadi karena salah distribusi, soalnya diambil rebutan oleh petugas dari daerah lain karena takut kehabisan,” tukas dia.

Sekretaris Komisi Pemiliham Umum Cianjur, Endan Hamdani, membantah jika enam kotak suara DPD RI untuk PPK Cianjur hilang. “Sekali lagi, bukan hilang melainkan dibawa (rebutan) oleh petugas PPK atau PPS dari wilayah lain,” tegas Endan.

Berdasarkan data yang didapat, hingga saat ini kerusakan kotak suara mencapai 35 buah ditambah puluhan kotak suara yang rusak di gudang Bale Rancage.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Cianjur menemukan adanya kekisruhan pendistribusian logistik Pemilu 2019 di gudang logistik Bale Rancage. Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan, pihaknya menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai SOP dalam pendistribusian logistik untuk Dapil Cianjur 1 yang melingkupi wilayah Kecamatan Cianjur, Cilaku, Warungkondang, dan Gekbrong.

“Di gudang itu saya lihat pendistribusian tidak terkelola dengan baik. Orang bebas berlalu lalang dan tidak ada pengamanan sama sekali. Harusnya ada pengamanan terkait orang-orang yang masuk ke sini. Mereka yang masuk harus clear yang berwenang melakukan sortir lipat dan pengemasan logistik,” tutur Hadi saat melakukan pengawasan di gudang Bale Rancage.

Pihaknya bahkan mengaku menjumpai beberapa (anggota) PPS yang minta izin agar bisa membawa logistik Pemilu 2019 kendati belum tersegel.

“Karena suasana crowded mereka minta ijin bawa logistik untuk dikemas di tingkat desa. Tentu tidak kami izinkan. Kalau logistik keluar dari sini (gudang logistik KPU Kabupaten Cianjur) belum dikemas dalam kotak tentu sangat rentan sekali dari segi keamanan. Bagaimana kalau terjadi apa-apa di perjalanan,” tuturnya.

Untuk menjamin kualitas (pendistribusian) logistik Pemilu 2019, dikatakan Hadi, KPU sejatinya tetap mengacu pada SOP atau standar operasional yang ada.

“Sebenarnya SOP sudah ada bahwasannya proses sortir dan packing itu menjadi tanggung jawab KPU walaupun bisa melibatkan petugas PPK dan PPS, tapi tidak dipecah, misalnya Desa Limbangansari silakan dibawa logistiknya sendiri diurus di sana, tidak bisa begitu,” sebut dia.

Jadi, ditegaskan Hadi semua tetap harus dalam kewenangan KPU selaku penyelenggara Pemilu 2019. “Kalaupun memang mau dibawa ke tempat lain satuan kerjanya tetap KPU. Kalau sudah tersegel baru bisa diserahkan ke tingkat kecamatan dan ke desa-desa,” ujarnya.

Meski demikian, Bawaslu tetap mengapresiasi untuk pendistribusian logistik Pemilu 2019 ke beberapa wilayah berjalan sangat baik, kendati pihaknya juga menemukan adanya logistik yang rusak karena faktor pengepakan dan cuaca, seperti di wilayah Kecamatan Haurwangi dan Bojongpicung.

“Yang baru masuk laporan soal kerusakan saat pendistribusian dari Bojongpicung. Semuanya ada 12 kotak yang rusak, 7 kotak DPD RI, satu kotak DPR RI dan DPRD Propinsi serta tiga kotak untuk Pilpres. Kalau yang di Haurwangi masih nunggu data masuk. Kita tinggal tunggu solusinya dari KPU Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, tidak menampik adanya kerumitan dalam pendistribusian logistik Pemilu 2019, kendati ditegaskannya kendala tersebut lebih karena faktor cuaca dan kekurangan surat suara yang baru diganti malam sebelumnya.

“Kondisi cuaca yang ekstrem dalam dua hari terakhir ini mengakibatkan logistik yang akan dikirim terkendala sehingga (pendistribusian) molor, terutama untuk pengiriman ke Dapil 3, 2 dan 1,” kata Hilman.

Dia juga mengakui adanya kerusakan logistik saat pendistribusian, kendati jumlahnya tidak terlalu signifikan dan dapat tertanggulangi dengan cepat.

“Ada kerusakan logistik, namun bukan surat suara tapi kotak suara di wilayah Bojongpicung dan Haurwangi, namun masih bisa tertanggulangi dan jumlahnya tidak sampai 50 buah. Penyebabnya karena cuaca,” ungkapnya. (daz)

Comments

comments