Simulasi Pencoblosan, Pemilih Kesulitan Lipat Surat Suara

0
31

CIANJUR, patas.id – Kesulitan dalam melipat surat suara menjadi satu kendala dalam proses pencoblosan saat digelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Pemilu 2019 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur di TPS 25, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Minggu (24 Maret 2019). Hal itu pula yang dikeluhkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang hadir sebagai peserta simulasi.

Herman mengatakan, dibutuhkan waktu lebih kurang empat menit untuk melakukan pencoblosan lima jenis surat suara.

“Proses pelipatan sesudah pencoblosan surat suara yang menjadi kendala. Mulai dari daftar di TPS hingga memasukkan surat suara ke kotak suara membutuhkan waktu lebih kurang empat menit,” kata Herman usai mengikuti simulasi itu, Minggu (24 Maret 2019).

Meskipun mengalami kesulitan dalam proses pelipatan kembali surat suara, jelas Herman, tapi warga dimudahkan dengan warna dari setiap jenis surat suara.

“Sehingga pemilih dapat langsung melihat dari warna saat akan memasukan ke kotak suara. Sekarang lebih baik lagi, karena kotak suaranya transparan, sehingga warga bisa melihat kotak itu ada isinya atau tidak,” jelasnya.

Herman berharap, pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019 di Kabupaten Cianjur dapat berjalan aman dan kondusif.

“Mudah-mudahan Cianjur sukses. Ajakan saya ingin pada hari H warga berbondong-bondong ke TPS. Selain itu, saya ingin warga Cianjur 70 persen dapat menyalurkan hak suaranya, meskipun ini sulit tapi ini tantangan dan pasti bisa,” ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, menjelaskan, kegiatan yang digelar itu untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang nanti bisa ditangani dalam kondisi nyata pada tanggal 17 April 2019.

“Jika dilihat dari mulai kedatangan (pemilih) sekitar pukul 07.30 WIB, antusiasme masyarakat sudah sangat baik dan cukup tinggi,” jelas Hilman.

Dalam pelaksanaan simulasi tersebut, lanjut Hilman, peserta simulasi merupakan pemilih yang terdaftar di TPS 25 dan merupakan pemilih asli.

“Tak hanya pemilih yang asli. Petugas KPPS dan PPS juga asli, hanya pengawas TPS yang langsung diwakili oleh Bawaslu Kabupaten Cianjur, dan surat suara saja yang tidak asli,” ucapnya.

Selain itu, Hilman juga membenarkan, jika proses pelipatan kembali surat suara menjadi kendala yang dikeluhkan oleh pemilih pada saat simulasi tersebut.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan, dengan simulasi ini kami bisa melihat dan memotret sejauhmana waktu yang dibutuhkan saat dilakukan pungut dan hitung di satu TPS pada Pemilu 2019 mendatang. Selain itu, kita juga bisa mengambil kesimpulan titik kesulitan yang terjadi pada saat pungut hitung tersebut.

“Salah satu contoh, untuk penggandaan sertifikat C1 plano yang akan dibagikan ke setiap saksi partai politik, DPD, dan saksi pasangan pilpres yang jumlahnya banyak akan disediakan mesin scanner di setiap TPS. Mungkinkah KPU bisa melakukan hal tersebut?” ujar Hadi.

Selain melihat tingkat kesulitan, lanjut Hadi, pihaknya juga siap mengantisipasi potensi kesalahan seperti maladministrasi yang dilakukan penyelenggara.

“Nanti itu akan dilaporkan oleh Pengawas TPS (PTPS) setiap 3 jam sekali. Kebetulan besok, tanggal 25 Maret 2019, kami akan melantik 6.874 petugas PTPS. Nanti kita sosialisasikan potensi kesulitan dan titik pengawasannya ke setiap petugas PTPS ” tegas Hadi. (daz)

Comments

comments