Ada (Lagi) Sunat DAK, Dijamin Masuk Bui

0
29

CIANJUR, patas.id – Kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tahun ini mengalami pemangkasan hingga 50 persen. Meskipun pemangkasan tersebut tak berkaitan dengan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang terbelit kasus pemotongan DAK, namun pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur mengakui adanya permasalahan.

“Saya tidak tahu ada kaitan dengan kasus itu (OTT) atau tidak, yang jelas ada penurunan nilai DAK yang dikucurkan tahun ini. Selain itu, ternyata banyak yang tidak tepat sasaran,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, di Cianjur, Jumat (22 Maret 2019).

Menurut Oting, anggaran tidak tepat sasaran itu terjadi dalam penentuan sekolah penerima bantuan. Sebab, banyak sekolah penerima DAK kondisi bangunannya masih bagus.

“Itu yang dimaksud dengan tidak tepat sasaran. Pengajuannya masih saat kepala dinas sebelum saya, jadi sulit untuk mengajukan perubahan ke pemerintah pusat,” tutur Oting.

Namun, Oting menjamin tahun ini pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan yang menggunakan DAK tidak akan ada potongan.

“Dijamin, jika ada potongan pelakunya akan masuk bui. Sebab, saya akan melaporkannya. Saya janji kejadian sebelumnya takkan terulang kembali,” tandas Oting.

Untuk tahun ini, lanjut Oting, Kabupaten Cianjur mendapatkan bantuan DAK sebanyak Rp 37 miliar. Sebelumnya, DAK yang dikucurkan mencapai Rp 50 miliar.

“Sebanyak Rp 17 miliar untuk SMP dan Rp 20 miliar untuk SD,” kata Oting.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendi, membantah terjadi pemangkasan anggaran DAK yang dikucurkan ke Kabupaten Cianjur. Apalagi dia menegaskan tak ada kaitannya dengan kasus hukum yang terjadi sebelumnya.

“Itu beda urusannya. Tidak, tidak ada pemangkasan DAK untuk Kabupaten Cianjur,” kata Muhajir. (daz)

Comments

comments