KPU Anggap Masalah NIK Warga Asing Masuk DPT Sudah Clear

0
33

CIANJUR, patas.id – Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, menganggap soal NIK Gouhui Chen yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 009 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur sudah selesai alias clear. KPU akan mengoreksi kesalahan NIK yang terdaftar di DPT atas nama Bahar (47 tahun), warga Gang Arrohim Kelurahan Sayang tersebut.

“Koreksi elemen NIK bisa dilakukan karena saat ini masih dalam tahapan perbaikan DPT hingga 17 Maret 2019. Kami masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Cianjur sebagai dasar dilakukannya koreksi,” ujar Hilman saat ditemui di Kantor KPU Kabupaten Cianjur, Rabu (27 Februari 2019).

Menurut Hilman, secara lisan arahan dari KPU Jawa Barat bisa dilakukan koreksi tanpa menunggu rekomendasi dari Bawaslu. “Namun, kami akan konsultasi dulu dengan KPU Jawa Barat secara formal supaya dasarnya kuat,” kata Hilman.

Hilman pun menambahkan bahwa masuknya NIK warga negara asing ke dalam DPT Pemilu 2019 itu bukan kesalahan input data di KPU. Sebab, data tersebut sudah ada dari Kemendagri dalam bentuk Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sejak pemutakhiran data untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2017 lalu.

“Faktanya, KTP elektronik Mr Chen dibuat pada 9 September 2018 atau setelah Pilgub Jabar. Namun, NIK KTP Mr Chen itu sudah masuk DP4 atas nama Bahar sebelum KTP itu terbit,” imbuh Hilman.

Hilman mengaku sedang menelusuri database secara manual untuk mencocokkan masuknya NIK warga asing itu ke dalam data pemilih. “Kita sedang menelusuri secara manual sejak kapan NIK itu terdaftar. Apakah sejak Pemilihan Bupati Cianjur 2015 sudah ada atau belum,” tutur Hilman.

Sementara itu, Bahar yang namanya tercantum dalam DPT TPS 009 Kelurahan Sayang mengaku pada Pilgub Jabar lalu ikut mencoblos. Dia mengaku pergi ke TPS karena namanya tercantum di DPT.

“Saya ikut nyoblos waktu itu karena nama saya terdaftar di TPS. Saya tidak tahu itu NIK orang lain yang terdaftar atas nama saya,” kata Bahar.

Bahar menyebutkan bahwa saat itu dia tidak mengecek NIK yang terdaftar atas nama dia. “Tidak ngecek NIK karena yang terdaftar nama saya. Baru tahu sekarang itu NIK orang lain setelah ramai di medsos. Ternyata NIK saya malah tak terdaftar,” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran melalui aplikasi KPU RI, pada kanal cek pemilih, saat memasukkan NIK 3203011002720011 dengan memasukkan nama awal Bahar, ternyata tidak terdaftar di DPT. Sementara memasukkan NIK 3203012503770011 dengan memasukkan nama awal Gouhui, juga tidak ada di DPT. Saat memasukkan NIK 3203012503770011 dengan memasukkan nama awal Bahar, ternyata di DPT terdaftar NIK tersebut atas nama Bahar.

“Intinya, hak pilih yang terdaftar di DPT TPS 009 Kelurahan Sayang itu milik Bahar dengan nama dan alamat di Kelurahan Sayang, bukan milik Mr Chen yang beralamat di Kelurahan Muka. Daftar pemilih di TPS kan disesuaikan dengan alamat warga setempat dan tercatat sebagai WNI. Sebab, hanya WNI yang punya hak pilih, sedangkan WNA tidak memiliki hak pilih meskipun punya KTP,” tandas Hilman. (daz)

Comments

comments