Belasan Anggota Geng Motor ‘Dipajang’ di Bundaran Tugu Lampu Gentur

0
174

CIANJUR, patas.id – Belasan anggota geng motor sadis diringkus Timsus Satreskrim Polres Cianjur. Mereka yang mayoritas masih remaja itu ditangkapi di sejumlah tempat berbeda di wilayah hukum Polres Cianjur.

“Kami masif melakukan pengejaran dalam waktu tidak kurang dari empat hari mengamankan 13 orang geng motor,” terang Kepala Polres Cianjur AKBP Soliyah saat menggelar ekspose pengungkapan kasus geng motor di sekitar Bundaran Tugu Lampu Gentur, Kamis (14 Februari 2019).

Uniknya, ekspose sengaja digelar di tempat terbuka sekitar Bundaran Tugu Lampu Gentur. Ke-13 anggota geng motor itu sengaja ‘dipajang’ di ruang publik agar diketahui masyarakat. Geng motor itu tergabung dalam komunitas berbeda-beda. Seperti Grab on Road (GBR), Moonracker serta Exalt to Cotious (XTC).

“Mereka kami tangkap di empat lokasi berbeda yakni di Irhanda (Jalan Ir H Djuanda), Warungkondang, Pacet, dan Haurwangi. Aksi yang sempat jadi viral terjadi Haurwangi. Tersangkanya sudah kami amankan,” tegas Soliyah.

Selain mengamankan 13 tersangka anggota geng motor, Timsus Satreskrim Polres Cianjur juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor dan berbagai jenis senjata tajam seperti celurit, golok, dan lainnya. Tindakan tegas terukur, kata Soliyah, perlu dilakukan mengingat aksi geng motor di wilayah hukum Polres Cianjur sudah meresahkan.

“Mereka itu merebut motor dengan mengacung-acungkan senjata atau mengancam korban. Mereka tak segan membacok korbannya terus kabur. Ada empat orang korban dengan rata-rata mengalami luka bacok. Ada yang sampai mendapat luka 12 jahitan. Korbannya dipilih secara acak,” terang Soliyah.

Penanganan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Cianjur melibatkan juga jajaran TNI. Soliyah mengaku sudah berkomitmen dengan Kodim 0608 Cianjur untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap para pelaku kejahatan jalanan.

“Bersama Kodim 0608 Cianjur, kami akan masif memberantas geng-geng motor. Apalagi saat ini memasuki era politik. Saya dan pak Dandim berkomitmen menjaga kondusivitas keamanan,” pungkasnya.

Mereka yang diringkus itu terancam dijerat hukuman maksimal. Soliyah tidak memberikan toleransi bagi para pelaku kejahatan jalanan tersebut.

“Karena ada beberapa modus operandi, ancaman hukumannya berbeda-beda. Untuk tersangka curas dijerat pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara, tersangka pengeroyokan dijerat Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara, dan tersangka penganiayaan dijerat Pasal 351 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” pungkasnya.

Dandim 0608 Cianjur Letnan Kolonel TNI Rendra Dwi Ardhani mengaku sepakat dengan Polres Cianjur dan Pemkab Cianjur memerangi geng motor atau kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Pihaknya tidak ada memberikan toleransi bagi siapapun yang berupaya mengancam situasi dan kondisi keamanan.

“Kami sepakat perangi geng motor dan kejahatan lainnya yang bisa mengancam kondusivitas keamanan di Cianjur. Kami imbau orangtua yang memiliki anak remaja, agar selalu mengawasi dan mengontrol aktivitas anak mereka di luar,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments