PCNU Laporkan Pemilik Akun Penghina Ma’ruf Amin

0
28

CIANJUR, patas.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur melaporkan pemilik akun Facebook Nur Muhlis Hiari yang diduga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama setempat ke Polres Cianjur, Rabu (13 Februari 2019). Pelaporan dipicu unggahan status pemilik akun tersebut di beranda Facebook-nya yang dianggap menghina Nahdlatul Ulama dan Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin.

“Saya datang ke sini (kantor polisi) dalam rangka melaporkan salah satu oknum ASN di Kemenag Kabupaten Cianjur karena beliau diduga telah menghina NU dengan bahasa-bahasa yang kurang baik,” kata Ketua Lembaga Ta’lif wal Nasyr PCNU Kabupaten Cianjur, KH M Subchan ZE, di Markas Polres Cianjur, Rabu (13 Februari 2019).

Secara etika, kata Subchan, unggahan yang di-posting oknum tersebut tidak mencirikan teladan. Apalagi dengan status yang disandangnya sebagai ASN, mestinya oknum tersebut tidak membuat situasi dan kondisi saat ini semakin keruh.

“Tidak sepatutnyalah seorang ASN di lingkungan Kemenag yang notabene Islamnya kental, tapi kok bicaranya ngawur seperti itu,” jelasnya.

Unggahan status yang di-posting akun bernama Nur Muhlis Hiari itu bersamaan dengan akan digelarnya Harlah NU tingkat Kabupaten Cianjur, Kamis (14 Februari 2019). Rencananya, Harlah NU di Kabupaten Cianjur akan dihadiri Dewan Penasihat PBNU, KH Ma’ruf Amin.

“Masalah Pilpres bagi kami mau di nomor 01 atau 02 itu pilihan dan hak. Tetapi hoaks dan fitnah ini yang kita tekan supaya tidak ada masalah, supaya tidak ada konflik. Yang penting kita tetap bersama. Jangan sampai terjadi perpecahan. Ini jadi masalah. Pilpres itu lima tahun sekali,” tegas Subchan.

Dari penelurusan di akun Facebook milik Nur Muhlis Hiari itu salah satunya terdapat unggah status berbunyi: ‘Sandiwara penuh dusta, srigala berbulu domba, HARLAH rasa KAMPANYE #JUALAN BUIH SABUN.

Menurut Subchan, unggahan status tersebut dikonotasikan berkaitan dengan rencana kegiatan Harlah NU tingkat Kabupaten Cianjur.

“Kami besok mau ngadain acara Harlah NU. Wajar kami mendatangkan KH Ma’ruf Amin karena beliau sebagai Mustasyar atau sebagai Penasihat PBNU. Kita tidak ada kampanye di sana. Ada statusnya yang menghina orangtua kita, sesepuh kita KH Ma’ruf Amin yang bahasanya tidak menandakan beliau seorang dari Kementerian Agama. Bahasanya ke KH Ma’ruf Amin itu si Madu, si Cantik, perlu dikasihani, segala macam,” bebernya.

Subchan menganggap bahasa-bahasa yang dibuat dalam status dikategorikan ujaran kebencian dan bisa memecah belah persatuan. Karena itu, pelaporan ke aparat penegak hukum menjadi semacam terapi kejut agar ada tindakan bagi oknum-oknum yang bertindak di luar batas kewajaran.

“Wajib bagi kami melaporkannya. Harapan kami, bagaimana Cianjur kondusif tanpa ada hal-hal seperti ini. Ini bukan masalah ada di 01 atau 02,” pungkasnya.

Selain ke Polres Cianjur, PCNU Kabupaten Cianjur juga melaporkan akun Facebook tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur. (daz)

Comments

comments