Ada Pergerakan Tanah, Warga Dua Kampung Di Cisolok Ngungsi

0
22

SUKABUMI, patas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah melakukan asesmen ke lokasi pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Bojongtengah RT 02/RW 02 dan Kampung Bojonghilir RT 03/RW 02, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Rabu (23 Januari 2019) sore.

Sementara sebanyak 41 keluarga atau 120 jiwa di dua kampung tersebut yang terancam terbawa longsor akibat pergerakan tanah telah mengungsi ke tempat aman. Pergerakan tanah itu dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisolok sejak satu bulan terakhir.

“Jika tak mengungsi, rumah warga yang berada di dua kampung itu terancama ambruk tergerus pergerakan tanah. Apalagi saat ini hujan masih terus turun di wilayah tersebut,” kata Andri Firmansyah anggota Tim URC BPBD Kecamatan Cisolok, Kamis (24 Januari 2019).

Tim URC BPBD Kecamatan Cisolok saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan muspika setempat mengenai tindak lanjut penanganan warga yang terdampak pergerakan tanah.

“Sudah banyak struktur bangunan rumah warga mulai bergeser dari tempat semula akibat pergerakan tanah, terutama di Kampung Bojonghilir RT 03/RW 02, Desa Cicadas. Makanya, hari ini kami akan mendirikan tenda pengungsian,” tambah Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman.

Menurut Eka, mayoritas warga di dua kampung itu tinggal di daerah curam atau di bawah pegunungan Bukit Bugis yang disinyalir kerap terjadi retakan tanah.

“Kondisi itu membuat warga merasa ketakutan. Sehingga secara serentak mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman,” terangnya.

Kepala Desa Cicadas, Nurharja menerangkan, warganya yang berada di Kampung Bojongtengah dan Bojonghilir tersebut sejak 2 tahun terakhir dibayangi ancaman longsor. Sebagian bangunan rumah mereka disangga menggunakan bambu mengantisipasi rumah roboh.

“Alhamdulillah, sekarang warga mau pindah ke tempat aman. Kami masih terus berkoordinasi dengan BPBD dan muspika dalam penanganannya,” ujarnya.

Saat ini hampir setiap hari turun hujan menyebabkan rumah warga sering anjlok dan bergeser serta mengalami retak-retak pada bagian dinding temboknya.

“Ada perubahan struktur bangunan rumah warga ketika turun hujan,” tandas Nurharja. (daz)

Comments

comments