11 Objek Wisata Terbaik dan Kekinian di Cianjur

0
47

1. Taman Bunga Nusantara
Taman Bunga Nusantara adalah sebuah taman bunga seluas 23 hektare yang terletak dekat Gunung Gede Pangrango dan Kebun Teh Bogor dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Jakarta. Di taman ini disimpan berbagai tipe bunga dan tanaman, dalam hal ini terutama budi daya anggrek. Diperkirakan ada sekitar 2000 jenis anggrek yang dirawat di tempat ini.

Di tempat ini terdapat juga fasilitas hiburan untuk anak-anak berupa minicar, restaurant dan juga permainan ketangkasan.

Taman Bunga Nusantara diresmikan oleh Tien Soeharto pada 10 September 1995.

2. Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas (bahasa Inggris: Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17–27 derajat Celcius.

Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

3. Gunung Padang Megalithic Site

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

4. Rabbit Village

Novus Giri Resort & Spa Puncak menghadirkan sebuah taman kelinci bertajuk Rabbit Village untuk memanjakan para tamu mereka, khususnya anak-anak.

20 ekor kelinci ada di Rabbit Village yang terdiri dari lima jenis, yakni kelinci Dutch, Holland lop, himalayan, angora, serta kelinci lokal. Tak hanya anak-anak yang asyik bermain dengan kawanan kelinci lucu ini, para orang tua juga kerap ikut bermain di area Rabbit Village dan mengabadikan momen lewat foto bersama para kelinci.

5. Istana Cipanas

Istana Cipanas yang merupakan Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Tepatnya lebih kurang 103 km dari Jakarta ke arah Bandung melalui Puncak. Istana ini terletak di Desa Cipanas, kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Luas areal kompleks istana ini lebih kurang 26 hektare, namun sampai saat ini hanya 7.760 m2 yang digunakan untuk bangunan. Selebihnya dipenuhi dengan tanaman dan kebun tanaman hias yang asri, kebun sayur dan tanaman lain yang ditata seperti hutan kecil.

Kata “Cipanas” berasal dari bahasa Sunda, yaitu ci atau cai yang berarti “air” dan panas yang berarti “panas”. Daerah ini dinamakan Cipanas karena di tempat ini terdapat sumber air panas, yang mengandung belerang, dan yang kebetulan berada di dalam kompleks istana Cipanas.

Sebenarnya bangunan induk istana ini pada awalnya adalah milik pribadi seorang tuan tanah Belanda yang dibangun pada tahun 1740. Sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, bangunan ini dijadikan sebagai tempat peristirahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Beberapa bangunan yang terdapat di dalam kompleks ini antara lain Paviliun Yudhistira, Paviliun Bima dan Paviliun Arjuna yang dibangun secara bertahap pada 1916. Penamaan ini dilakukan setelah Indonesia Merdeka, oleh Presiden Sukarno. Di bagian belakang agak ke utara terdapat “Gedung Bentol”, yang dibangun pada 1954 sedangkan dua bangunan terbaru yang dibangun pada 1983 adalah Paviliun Nakula dan Paviliun Sadewa.

Sebuah peristiwa penting yang pernah terjadi di istana ini setelah kemerdekaan adalah berlangsungnya sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Soekarno pada 13 Desember 1965, yang menetapkan perubahan nilai uang dari Rp 1.000,- menjadi Rp 1,-.

Sedangkan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, gedung ini hanya digunakan sebagai tempat persinggahan pembesar-pembesar Jepang dalam perjalanan mereka dari Jakarta ke Bandung ataupun sebaliknya.

Gedung ini ditetapkan sebagai Istana Kepresidenan dan digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi Presiden atau Wakil Presiden beserta keluarga setelah kemerdekaan, seperti halnya Camp David Amerika Serikat.

Setiap ruangan di Istana ini dilengkapi dengan perabot yang terbuat dari kayu. Di Istana ini tersimpan berbagai koleksi ukiran Jepara dan lukisan dari maestro seni lukis Indonesia seperti Basuki Abdullah, Dullah, Sujoyono, dan Lee Man Fong.

Pada 24 November 2011, Istana Cipanas dipakai untuk acara resepsi pernikahan antara Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa dengan nuansa Palembang. Sejumlah menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hadir dalam proses pernikahan itu.

6. Terowongan Lampegan

Menurut cerita, nama Lampegan asalnya dari kata yang sering disebutkan oleh Beckman ketika memeriksa hasil pekerjaan pegawainya. Setiap melihat pegawai yang sedang bekerja di dalam terowongan, dia sering berteriak mengingatkan kepada pegawainya untuk tetap membawa lampu agar lebih aman dari bahaya kurangnya zat asam. “Lamp pegang…., lamp pegang”, dia mengingatkan dalam campuran bahasa Belanda dan Indonesia. Maksudnya adalah agar pegawai membawa lampu. Di terowongan itu udaranya masih lembap dikarenakan lubang terowongan yang hanya ada satu. Akhirnya, terowongan ini disebut ‘Terowongan Lampegan’

Saat ini Terowongan Lampegan sudah aktif kembali dan dilewati kereta api Siliwangi relasi Cianjur-Sukabumi. Akan tetapi terowongan ini kemudian rusak ringan saat ditabrak kereta api Siliwangi pada tanggal 11 Febuari 2014.

7. Curug Cikondang

Curug Cikondang dikenal sebagai Niagara mini. Letaknya tak jauh dari Situs Gunung Padang yang sekarang menjadi terkenal itu.

Curug Cikondang memiliki ketinggian sekitar 50 m dan terletak diantara hamparan kebun teh PTP VIII Panyairan dan terasering sawah yang menghijau. Curug Cikondang ternyata bukan bentukan air mata asli tapi lebih karena tumpahan sungai yang jatuh melalui tebing besar. Ukurannya terbilang sangat besar. Deru air jatuhnya pun sangat indah. Sayangnya keindahan dimensi air terjun tidak dibarengi pengelolaan yang baik.

Terletak di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat.

8. Pantai Jayanti

Pantai Jayanti adalah sebuah pantai yang terletak di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pantai ini berdampingan dengan Cagar Alam Bojonglarang dan pelabuhan nelayan. Pantai ini masih alami, dengan ombak yang indah dan angin bertiup perlahan-lahan dan dapat menambah kenyamanan untuk berekreasi. Pantai ini berjarak dari Kota Cianjur 139 Km.

Keberadaan Pantai Jayanti memang tidak sepopuler pantai lainnya di kawasan Jawa Barat, namun juga memiliki panorama yang indah.

9. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 24.270,80 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya.

10. Kota Bunga & Little Venice

Tak perlu jauh-jauh ke Italia jika kamu ingin menikmati pemandangan khas Kota Venesia. Di Jawa Barat, terdapat sebuah objek wisata bernama Kota Bunga Cianjur yang memiliki desain arsitektur bernuansa Venesia. Tak hanya itu, kamu juga bisa naik gondola untuk menyusuri perairan yang dikelilingi bangunan berwarna-warni.

Popularitas Kota Bunga sebagai destinasi wisata di Cianjur sudah tak perlu diragukan lagi. Setiap harinya, Kota Bunga Cianjur selalu dipenuhi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Hal tersebut tak mengherankan karena banyaknya daya tarik yang bisa dinikmati wisatawan.

11. Curug Ngebul

Curug Ngebul merupakan sebuah air terjun berketinggian sekira 100 meter yang berada di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dikatakan Curug Ngebul, karena konon ada cerita bahwa ada putri yang mandi di curug ini dan airnya tiba-tiba ngebul, berasap. Versi lain, air dari curug ini beruap karena terpaan ke batu di bawahnya, sehingga selalu terlihat ngebul/ berasap. Memang untuk sampai ke bawah curug ini agak susah, karena hamburan airnya yang cukup banyak sehingga jarak pandang sangat dekat. Curug Ngebul adalah surga tersembunyi yang dimiliki Kabupaten Cianjur. (dikutip dari berbagai sumber)

Comments

comments