Ratusan Warga Binaan Lapas Cianjur Rekam Data E-KTP

0
25

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 433 warga binaan di Lapas Kelas II B Cianjur, mengikuti perekaman KTP elektronik sekaligus pengecekan ulang data pemilih untuk kebutuhan Pemilu 2019, Kamis (17 Januari 2019). Kegiatan itu digelar serentak di semua lapas di Indonesia.

“Dari 766 warga binaan di Lapas Kelas II B Cianjur, yang direkam KTP elektronik sebanyak 433 orang. Sekaligus juga dicek kembali apakah mereka sudah melakukan perekaman atau belum. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh lapas di Indonesia,” kata Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Gumilar.

Di Lapas Kelas II B Cianjur terdapat 766 warga binaan. Mereka yang berdomisili di Cianjur sebanyak 586 orang dan warga binaan di luar Cianjur sebanyak 180 orang. Hasil pendataan, yang terdaftar dalam database Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sebanyak 153 orang, yang sudah melakukan perekaman sebanyak 109 orang, dan yang tidak terdaftar dalam database SIAK sebanyak 433 orang.

“Kami di sini sifatnya hanya memberikan data. Untuk teknisnya, nanti diolah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” ujarnya.

Kegiatan perekaman akan berlangsung hingga Sabtu (19 Januari 2019). Gumilar berharap dengan adanya perekaman KTP elektronik itu maka warga binaan yang memiliki hak pilih bisa terdata akurat.

“Kegiatan berlangsung tiga hari ke depan. Dengan adanya perekaman KTP elektronik ini kami mendukung penuh suksesi Pemilu 2019,” pungkasnya.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cianjur, Muchsin Sidiq Elfatah, mengatakan perekaman KTP elektronik serentak di seluruh lapas merupakan instruksi Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Dalam Negeri menjelang Pemilu 2019. Menurut Sidiq, warga binaan baik tahanan maupun narapidana memiliki hak suara.

“Hari ini hingga Sabtu kami akan melaksanakan perekaman KTP elektronik hingga tuntas,” terang Sidiq.

Data yang diterima dari Lapas Kelas II B Cianjur, kata Sidiq, jumlah warga binaan sebanyak 786 orang. Setelah dicek ulang, terdapat 433 warga binaan yang harus melakukan perekaman KTP elektronik.

“Istilahnya kami menyandingkan data. Sebanyak 433 warga binaan itu ternyata sudah memiliki KTP elektronik. Kita cek lagi dari iris mata, wajah, dan sidik jadi,” terangnya.

Pengecekan kembali data pemilih warga binaan di lapas itu juga untuk mengetahui agar mereka tak terdata sebagai pemilih ganda. Kalaupun terdapat identitas ganda, mereka akan diberikan pilihan.

“Apabila kedapatan memiliki KTP elektronik ganda, kami akan panggil yang bersangkutan. Mereka harus memilih, domisili mana yang akan diambil. Jadi tidak ada istilah dobel identitas. Semuanya by name by address. Dengan pelayanan yang kami lakukan ini, maka data yang teridentifikasi akan akurat,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments