Lima Korban Lagi Ditemukan Hari Ini di Lokasi Longsor Cisolok

0
24

SUKABUMI, patas.id – Tim satuan tugas terpadu pencarian korban tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kembali menemukan lima jenazah. Dengan begitu, hingga hari keempat pencarian, tim satgas terpadu sudah menemukan 18 jenazah.

Direktur Operasional Badan SAR Nasional Brigadir Jenderal Budi Purnama, mengatakan, proses pencarian hari keempat didukung kondisi cuaca yang cukup bersahabat. Sejak pagi hingga petang, di lokasi kejadian nyaris tak turun hujan.

“Hasil hari ini cukup baik karena dibantu cuaca yang sangat mendukung. Dari pagi hingga sore tak ada hujan. Hari ini kami menemukan 5 korban. Sebelumnya kami (telah) menemukan 13 korban (bukan 15 seperti data sebelumnya). Sehingga total sebanyak 18 korban,” kata Budi kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di posko terpadu, Kamis (3 Januari 2019) malam.

Lima korban yang ditemukan pada hari keempat pencarian terdiri dari 2 perempuan dan 3 laki-laki. Satu di antara korban laki-laki merupakan anak kecil.

“Lima jenazah yang ditemukan hari ini berada di sektor 2, sektor 3, dan sektor 5. Mudah-mudahan ini menjadi titik terang dalam proses pencarian besok,” jelasnya.

Budi mengapresiasi partisipasi seluruh kekuatan dalam proses pencarian korban tanah longsor. Menurut Budi, Basarnas tak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai potensi.

“Mudah-mudahan semangat dan kebersamaan ini bisa terjaga sampai tuntas. Masih ada 15 korban lagi yang belum ditemukan,” ujarnya.

Danrem 061 Suryakencana Kolonel Muhammad Hasan mengatakan, jumlah kekuatan yang dikerahkan dalam proses pencarian korban bencana tanah longsor mencapai 1.082 orang. Mereka terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan unsur lainnya yang resmi terdaftar.

“Mereka tergabung dalam tim satgas penanggulangan bencana alam,” kata Hasan.

Tim pencarian dibagi dalam dua shift yakni pagi dan sore. Pencarian difokuskan di enam sektor. “Satu tim berada di satu sektor,” tuturnya.

Semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi pencarian korban bekerja dengan optimal. Mereka saling bahu-membahu dan saling mendukung satu sama lain.

“Termasuk suplai makanan untuk tim yang bekerja dari pagi sampai sore. Tim kesehatan juga dari TNI, Polri, BPBD, dinkes, serta unsur lainnya, bekerja maksimal,” ungkapnya.

Sambil melakukan pencarian, kata Hasan, tim satgas terpadu juga melakukan penanganan pascabencana. Utamanya bagi para korban selamat yang tentunya membutuhkan penanganan khusus.

“Dari data yang kami catat, korban selamat terdapat ibu hamil. Dari 3 ibu hamil, satu orang selamat. Ini tentunya perlu diberikan asupan makanan, jumlah bayi terdapat 6 orang, balita sebanyak 10 orang satu di antaranya meninggal dunia, dan lansia 17 orang tiga di antaranya meninggal. Kami akomodir semuanya dan diberikan pelayanan kesehatan yang memadai maupun asupan makanan, sehingga mereka merasa nyaman,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments