Caleg Nasdem Divonis 6 Bulan Kurungan

0
134

CIANJUR, patas.id – Ati Awie alias AA, caleg nomor urut 5 DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Nasdem, divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 6 bulan pidana penjara dengan masa percobaan satu tahun serta denda sebesar Rp 5 juta.

Vonis itu dibacakan oleh hakim Lusiana Amping dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis (20 Desember 2018) sore.

Meskipun vonis masa hukuman pidana penjara dan masa percobaan sesuai dengan tuntutan jaka penuntut umum (JPU), yakni enam bulan penjara dan setahun masa percobaan, namun untuk dendanya lebih kecil, yaitu dari tuntutan Rp 25 juta hanya ditetapkan denda Rp 5 juta.

Caleg AA pun langsung meninggalkan ruang sidang dan menghindari awak media usai sidang vonis tersebut.

Penasehat Hukum AA, O Suhendra, mengatakan, sebenarnya tim penasehat dan terdakwa mengharapkan majelis hakim memvonis bebas AA dari segala tuntutan, sebab pihaknya berkeyakinan tidak ada pelanggaran pidana pemilu dari kegiatan yang dilakukan di sebuah madrasah di Cugenang.

Dia menegaskan, pembagian sembako yang dijadikan dasar penjatuhan vonis bukan merupakan pelanggaran pemilu. Apalagi, dari keterangan Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, saat menjadi saksi persidangan, dijelaskan bahwa pembagian sembako tidak diatur secara tegas dan jelas dilarang atau diperbolehkan.

“Dalam persidangan sebelumnya juga dari 12 orang saksi hanya seorang yang menyebutkan mendengar AA menyampaikan program untuk meningkatkan derajat kaum perempuan, selebihnya tidak. Maka dari itu sebenarnya kami berharap vonisnya itu bebas dari setiap tuntutan,” kata dia kepada wartawan usai sidang.

Namun, Suhendra mengatakan pihaknya tetap menghargai putusan hakim. Terkait banding, dia mengaku akan berkoordinasi dulu dengan AA dan tim penasehat hukum.

“Kan masih ada waktu tiga hari, kami akan pikir-pikir dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Tatang Sumarna, mengatakan, putusan hakim tersebut membuktikan jika temuan dan pelaporan dari pihaknya memang terbukti. Pasalnya, apa yang dilakukan oleh AA memang merupakan tindak pidana pemilu.

“Apa yang kami temukan di lapangan memang terbukti, dan itu dipertegas oleh putusan hakim,” kata dia.

Ditanya langkah selanjutnya pascaputusan, Tatang mengaku akan menunggu sikap dari tim penasehat dan caleg AA serta dari pihak JPU. Jika ada banding, maka akan mengikuti proses selanjutnya.

Dia menambahkan, apa yang dilakukan dan terjadi pada caleg AA harus jadi pembelajaran bagi caleg lainnya untuk tidak melakukan apa saja yang dilarang dalam kampanye. “Ini jadi pembelajaran serupa, semoga tidak ada lagi kasus seperti ini di Cianjur,” kata dia. (daz)

Comments

comments