Caleg AA Dituntut 6 Bulan Kurungan

0
49

CIANJUR, patas.id – Ati Awie alias AA, caleg nomor urut 5 Dapil Cianjur 2 DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Nasdem, yang didakwa melakukan pelanggaran pemilu dengan membagikan sembako dan saweran uang dituntut pidana enam bulan dengan masa percobaan setahun serta denda sebesar Rp 24 juta subsidair enam bulan kurungan.

Tuntutan tersebut disampaikan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Cianjur dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (19 Desember 2018).

Jaksa dalam dakwaannya menyebutkan bahwa AA terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana aturan dalam pasal 523 aya (1) Undang-undang RI Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum.

Barang bukti berupa paket sembako yang juga berisi stiker pencalonan AA yang dibagikan pada sekitar 50 orang yang hadir, rekaman, dan penuturan para saksi menegaskan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan AA.

Dalam sidang kedua atas fakta pembelaan penasehat terdakwa pun, jaksa tetap dengan tuntuntan terhadap AA.

Sementara itu, Penasehat Hukum AA, O Suhendra, mengatakan, kliennya tidak terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana yang didakwakan. Pasalnya, dalam keterangan para saksi AA hanya bersilaturahmi dengan ibu-ibu di madrasah di wilayah Cugenang.

“Dari 12 saksi yang didatangkan, hanya salah satu saksi yang menyebutkan AA berucap akan meningkatkan derajat kaum perempuan, sedangkan saksi lainnya tidak. Bahkan ada saksi yang membantah BAP-nya terkait hal tersebut,” kata dia.

Selain itu, menurut Suhendra, dari keterangan Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, pembagian sembako tidak diatur secara tegas dan jelas dilarang atau diperbolehkan. Makanya dia berkesimpulan apa yang dilakukan AA melanggar aturan.

“Maka dari itu, kami meminta majelis hakim membebaskan AA dari segala dakwaan dan mengembalikan nama baiknya. Kalaupun ada pertimbangan lain, mohon untuk memberikan putusan seringan-ringannya,” kata dia.

Hakim yang memimpin sidang, Lusiana Amping, dalam persidangan tersebut menyebutkan bakal berdiskusi dengan hakim lainnya. Sidang putusan atau vonis akan dilakukan Kamis (20 Desember 2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kami akan diskusikan, itu membutuhkan waktu karena mempertimbangkan atas tuntutan dan pembelaan dari kedua pihak. Sidang selanjutnya Kamis sore,” tuturnya saat menutup sidang. (daz)

Comments

comments