APK Dirusak, Bappilu Partai Nasdem Akan Lapor

0
88

CIANJUR, patas.id – Puluhan alat peraga kampanye (APK) milik Partai Nasdem di sejumlah dapil dirusak. Pihak Partai Nasdem pun berencana membuat laporan terkait pengrusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut sebab dinilai merupakan penghinaan terhadap partai.

APK yang dirusak rata-rata berupa baligo dan spanduk. Untuk di wilayah perkotaan, baligo yang dirusak di antaranya berada di Jalan Perintis Kemerdekaan (Jebrod), di Kampung Neglarasi Kelurahan Sayang, Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur, dan di titik lainnya.

Bentuk pengerusakan rata-rata pun sama, yakni dirusak dengan cara dirobek ataupun dicoret menggunakan cat semprot.

“Iya, dari laporan yang kami terima terdapat beberapa baligo yang dirusak oknum tak bertanggung jawab,” ujar Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, Senin (17 Desember 2018).

Deni tak mengetahui pasti motif di balik aksi perusakan itu. Kalaupun perusakan itu dipicu kasus hukum yang menimpa Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Deni menyebutnya sebagai aksi yang tak gentleman.

“Jangan dikait-kaitan dengan hal itu. Alat peraga kampanye merupakan media sosialisasi bagi para caleg. Tidak ada kaitannya dengan kasus Bupati Cianjur. Kami sangat menyayangkan terjadinya aksi perusakan ini,” ujar Deni.

Di tahun politik seperti ini, lanjutnya, apapun pasti dipolitisasi. “Ini bagian dari dinamika politik. Kami tak akan terpengaruh. Berjalan saja sesuai dengan apa yang jadi agenda parpol kami,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bappilu DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur, Yosep Somantri, menegaskan, pihaknya akan menempuh proses hukum dan melaporkan kejadian pengrusakan tersebut. Dia mengungkapkan ada sekitar 96 APK yang dirusak yang tersebar di dapil 1, 2, dan 3.

“Dalam dua atau tiga hari ke depan kami akan buat laporan, sekarang sedang disusun dulu bahannya. Ini merupakan penghinaan terhadap marwah partai. Pasti kami akan bersikap tegas terkait pengrusakan ini. Bukan masalah materilnnya, tapi dari kerugian secara imateril,” tegas dia.

Yosep menduga, pengrusakan tersebut terjadi pascaaksi atas ditangkapnya Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, oleh KPK. Mengingat pengrusakan terjadi di hari pelaksanaan aksi dan sehari setelahnya.

“Kami menduga ada kaitannya, ketika memang terjadi begitu berarti aksi itu bermuatan politik. Padahal Nasdem tak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi beberapa hari lalu. Sekali lagi kami sangat menyayangkan hal tersebut,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments