Bawaslu Masih Minta KPU Lakukan Verifikasi DPT

0
17

CIANJUR, patas.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur masih mengawal proses faktualisasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) non-daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Pasalnya, entry data yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dalam aplikasi Sistem Data Pemilih (Sidalih) belum tuntas.

“Kami sudah meminta KPU menunda proses pleno penetapan DPT Hasil Perbaikan Tahap Kedua karena menemukan proses pendataan dalam Sidalih belum tuntas. Padahal mestinya Sidalih ini dijadikan dasar penentuan angka-angka,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Jawari, belum lama ini.

Berdasarkan DP4 non-DPT dari Kementerian Dalam Negeri, kata Usep, di Kabupaten Cianjur terdapat sebanyak 382.017 pemilih. Proses verifikasi yang dilakukan KPU terhadap DP4 non-DPT itu hanya sekitar 65 ribuan pemilih.

“Sisanya, KPU hanya melakukan penyandingan. Kami menyayangkan KPU sudah menetapkan pleno meskipun data dalam Sidalih belum 100 persen,” ucapnya.

Usep mengatakan proses koreksi terhadap DP4 non-DPT masih akan berlangsung hingga 15 Desember nanti. Ia berharap KPU memaksimalkan jeda waktu tersebut agar DP4 non-DPT yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri bisa

“Harus ada faktualisasi data di lapangan. Ini artinya harus kembali dilakukan cek dan ricek di lapangan,” tegasnya.

Usep sudah memerintahkan semua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) mencermati kembali data pemilih. Upaya ini dilakukan untuk memastikan akurasi pendataan pemilih yang dilakukan KPU dan jajarannya.

“Masih ada waktu hingga 15 Desember. Kami sudah instruksikan agar pengawas di tingkat kecamatan mengintensifkan proses pencernaan data pemilih,” tandasnya.

Jumlah DPT Hasil Perbaikan Tahap Kedua di Kabupaten Cianjur berdasarkan rekapitulasi di tingkat PPK sebanyak 1.668.744 pemilih terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 847.812 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 820.932 pemilih. Pemilih itu tersebar di 6.874 TPS di 360 desa dan kelurahan. (daz)

Comments

comments